Hiburan

Menanti sang Reinkarnasi Lennon

Ahad, 14 January 2018 01:01 WIB Penulis: Adiyanto

AFP/JOSE JORDAN

OKTOBER lalu, Liam Gallagher berada di New York, Amerika Serikat, untuk mempromosikan album solo pertamanya, As You Were. Sebelum jumpa pers, pagi harinya bekas vokalis grup band Oasis itu berjalan-jalan di Strawberry Fields, sebuah taman seluas kurang lebih 1 hektare yang terletak di Central Park. Oleh arsiteknya, Bruce Kelly, lanskap yang dipenuhi pepohonan itu didedikasikan untuk mengenang mendiang John Lennon, pentolan The Beatles yang di sisa hidupnya pernah menjadi warga kehormatan kota itu.

Strawberry Fields sesungguhnya nama tempat di Liverpool, Inggris, yang sering dikunjungi Lennon sewaktu kecil. Tempat itulah yang kemudian menginspirasi Lennon menulis lagu Strawberry Fields Fore­ver dan menyisipkannya di album The Beatles, Magical Mystery Tour. “Saya merasakan dia (Lennon) hadir di sini dan sedang memandangi saya,” kata Liam kepada sejumlah penggemarnya di taman itu, seperti dikutip majalah Rolling Stone.

Bukan kebetulan jika Liam merasakan pengalaman magis ketika mengunjungi taman itu. Dia mengaku sangat mengidolakan Lennon dan menyebut dedengkot The Beatles itu sebagai guru spiritualnya. Bahkan salah seorang putranya yang kini berusia 18 tahun diberi nama Lennon Gallagher. Tak hanya itu, dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph pada September 2009, Liam sesumbar sebagai reinkarnasi Lennon.

Pria kelahiran Burnage, Manchester pada 21 September 1972 memang jujur mengakui sebagai penggemar The Beatles, terutama Lennon. Entah disadari atau tidak, itu tercermin dalam lagu-lagu Oasis, baik harmonisasi vokalnya maupun chord-chord yang sederhana. Bahkan, di album solonya itu, bertaburan jejak The Beatles.

Di lagu When I’m In Need, misalnya, ada lirik Look for the girl with the sun in her eyes, yang dia cuplik dari lagu klasik The Beatles, Lucy in The Sky With Diamond. Begitu pula di lagu Chinatown, dia mengutip lagu The Beatles Happines is a Warm Gun. Di lagu ini, Liam berdendang cause..happines is a warm gun.

Kangen Oasis

Jika penasaran, berharap saja lagu ini akan dia bawakan dalam konsernya di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, malam nanti. Menurut Abe, humas Nada Promotama yang menyelenggarakan konser itu, Liam akan tampil sekitar 90 menit dan membawakan sekitar 18 lagu, termasuk lagu-lagu milik Oasis dan juga dari album solo teranyarnya itu. Apalagi, mood-nya juga kini sedang bagus.

Seperti disadur dari situs Radio X yang mengutip News Corp Australia, Kamis (11/1), Liam yang kini berusia 45 tahun mengaku kangen dengan band lamanya, Oasis, dan ingin merasakan keriuhan yang sama sewaktu mereka berjaya di dekade 1990-an dulu. “Saya sudah lama tidak manggung dan ingin merasakan suasana seperti saat masih bersama Oasis,” ujar pengagum klub sepak bola Manchester City ini.

Bagi penggemar Oasis, konser ini mungkin menjadi pelipur lara setelah bubarnya band ini pada 2009. Perbedaan pendapat antara Liam dan Noel Gallagher menjadikan Oasis bubar. Entah siapa yang benar, hingga kini perpecahan band britpop ini menjadi salah satu perpecahan band yang paling buruk versi Rolling Stone.

Nah, jika Anda penggemar musik dan ingin melepas penat di akhir pekan, sebaiknya datang ke Ancol malam ini, siapa tahu Anda akan menemukan oasis di sana. (M-4)

Komentar