MI Anak

Perpustakaan Davinci untuk Anak-Anak Cilebut

Ahad, 14 January 2018 04:01 WIB Penulis: Suryani Wandari

Mi/Duta

TUMPUKAN buku terlihat di meja panjang saat Medi dan Andika Prayoga Kiswoyo mengunjungi rumah milik keluarga Satrio Daniel Botka, Reporter Cilik (Repcil) Media Anak Media Indonesia angkatan 2015, Kamis (4/1) di Cilebut, Bogor, Jawa Barat. Kala itu Daniel memang sedang asyik membaca komik Paman Gober. Andhika ikut membaca buku komik di sofa. Keduanya langsung kompak, padahal baru pertama kali berjumpa. Andhika Repcil 2017.

"Kakak Daniel susah diajak ngobrol kalau sudah baca buku, suka marah kalau diganggu," kata Viktoria Wilujeng Botka, adik perempuan Daniel yang juga hobi membaca.

Viki, begitu panggilannya, memperlihatkan koleksi bukunya kepada Medi. Ada komik, novel, kisah legenda, hingga cerita bergambar lainnya di ruangan yang mereka sebut perpustakaan Davinci, singkatan dari nama tiga bersaudara ini.

Viki berkisah, puluhan buku itu hanya sebagian dari semua koleksinya lo sobat. Mereka pun masih punya buku di rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta.

Koleksi buku mereka juga dibaca teman-temannya, yang tinggal di sekitar. Mereka sering menghabiskan waktu bersama untuk membaca lo. Wah seru ya sobat!

Dari berlibur, jadilah perpustakaan

Menurut Ibunya, Indah Noing, ketiga anaknya, yakni Daniel, Viki, dan Boldizsar Wilujeng Botka yang masing-masing kelas 6, 4, dan 1 di SDS Sains Peter ini memang gemar membaca buku. Tak mengherankan, ketika mereka datang ke rumah di Cilebut ini di akhir pekan, mereka membawa beberapa buku untuk dibaca dalam beberapa hari.

"Kami ke rumah ini untuk berlibur, sehari-hari kami tinggal di Kelapa Gading yang dekat dengan sekolah. Dulu, mereka membawa beberapa buku untuk dibaca, kemudian membawa buku lagi di liburan lainnya, hingga akhirnya banyak buku di sini," kata Ibu Indah.

Ibu Indah bercerita, untuk membaur dengan teman seumurannya di Cilebut, tiga bersaudara Davinci mengajak para tetangganya itu membaca buku. Pertamanya memang sulit, tapi kemudian kawan-kawannya itu ikut menyukai buku, dan bahkan membawanya untuk dibaca di pinggiran Sungai Ciliwung yang berada tak jauh dari perumahan. Kini ketika Daniel, Viki, dan Boldi berada di Jakarta, teman-temannya sering kehilangan dan menantikan Davinci datang.

Membawa buku dari ruangan perpustakaan, teman-teman Davinci bergegas mencari tempat nyaman untuk membaca. Ada yang memilih duduk di sofa, teras rumah hingga membaca di pohon sukun depan rumah. Anak-anak di sini pun jadi gemar membaca. "Aku senang main disini karena banyak buku yang bisa aku baca, di rumah bukuku sedikit sekali," kata Reva, kelas 4 SDN Patahunan 02 Bogor.

Rahasia banyaknya koleksi buku itu, orangtua ketiga bersaudara itu selalu membelikan buku sebagai hadiah jika nilai rapor mereka bagus. Mereka pun mencari buku tak hanya di toko buku, tapi kios buku bekas.

Bersepeda, membawa buku

Kini, kebiasaan membaca ini pun ingin ditularkan Davinci kepada semua orang. Setiap Jumat, Ibu Indah bersama Davinci bersepeda sambil membawa beberapa buku di keranjang sepeda bagian depannya. Mereka akan menggelar perpustakaan keliling dan mengajak orang yang ditemuinya membaca di taman. Wah asyik ya sobat!

Aneka kegiatan

Di perpustakaan rumah mereka, Ibu Indah juga melakukan banyak kegiatan, seperti di Hari Ibu kemarin, anak-anak diminta untuk menuliskan puisi cinta untuk ibu dan membacakannya di hadapan semua orang. "Di sini mereka diajari untuk berani dan mau berbagi," kata Ibu Indah.

Hal itu pun yang dilakukan Viki. Ia kerap mendongeng beragam cerita kepada teman-temannya. Ketika Medi datang, ia mendongeng mengenai Sangkuriang, kisah legenda dari Jawa Barat yang mengubah perahu menjadi gunung. Acara mendongeng itu kemudian dilakukan anak-anak lainnya.

Tak hanya Viki yang berbagi, Daniel pun pernah mengajari anak yang belum bisa membaca untuk mengenal huruf dan mengajarkan mengeja. "Waktu itu ada beberapa anak yang masih TK, aku ajarkan membaca dengan buku khusus. Dia pun cepat bisanya," kata Daniel senang.

Bahkan, Daniel pun pernah menyumbangkan buku kesukaan Daniel, serial Lima Sekawan, ke anak Papua. Daniel mengaku senang jika anak-anak lainnya menyukai buku.

Di rumah yang didesain senyaman mungkin untuk anak membaca ini, anak-anak tak hanya bertemu buku. Mereka bisa bermain pushball, kereta, lego, dan lainnya lo. Main ke sini, yuk! (M-1)

S UA R A A N A K

Andika Prayoga Kiswoyo

Kelas 6, SDN Duri Kepa 07 Pagi, Jakarta Barat

Aku juga punya banyak buku di rumah, bertumpuktumpuk.

Dengan melihat perpustakaan milik Davinci, aku

juga pengin buat perpustakaan di rumah sendiri.

Satrio Daniel Botka

kelas 6, SDS Sains Peter, Jakarta

Aku senang banyak orang yang datang ke rumahku, bukan

hanya untuk main, melainkan untuk membaca juga.

Namun, anak-anak di sini kalau membaca suka berisik,

enggak baca di dalam hati, jadi kadang aku nasihatin.

Reva

kelas 4,

SDN Patahunan 02, Bogor

Di rumah aku hanya punya sedikit buku sehingga

aku senang main ke rumah Davinci. Di sini banyak

buku, aku bisa baca sepuasnya.

Azzam

kelas 3,

MI Imam

Nawawi Islamic

School

Selain bukunya yang banyak, ada

mainan bagus yang bisa digunakan, tapi ada

aturannya, kita harus baca buku dulu sebelum

main. Senang banget bisa baca banyak komik seru.

Komentar