Nusantara

Belum Meratanya Panen jadi Penyebab Naiknya Harga Beras di Cianjur

Ahad, 14 January 2018 12:39 WIB Penulis: Benny Bastiandy

MI/USMAN

HARGA komoditas beras medium dan premium di Pasar Induk Pasirhayam Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sejak dua pekan terakhir naik. Penaikannya berlangsung secara bertahap.

Beras jenis premium saat ini rata-rata dibanderol Rp13 ribu dari sebelumnya di kisaran Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram. Sedangkan beras jenis medium yang biasanya Rp8 ribu naik jadi Rp10 ribu hingga Rp11 ribu per kilogram.

"Naiknya sejak awal tahun ini," kata Wahyu, pemilik toko beras Sri Wahyuni di Blok C Nomor 02 dan 03 Pasar Induk Pasirhayam, kepada Media Indonesia, kemarin.

Wahyu menyebut penaikan harga beras medium maupun premium tak berlangsung sporadis, tapi secara bertahap. Setiap kali naik besarannya tak terlalu signifikan, hanya di kisaran Rp200 per kilogram. "Kalau dihitung naiknya sudah mencapai Rp2 ribu per kilogram," jelas Wahyu.

Lelaki berkumis itu tak mengetahui persis penyebab naiknya harga beras sekarang. Hanya saja, lanjut dia, penaikan harga beras setiap kali memasuki awal tahun menjadi hal biasa.

"Memang kalau akhir tahun masuk ke awal tahun sering begini (harga naik). Tapi tahun ini bisa dibilang naiknya cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata dia.

Wahyu menduga naiknya harga karena saat ini belum terjadi panen raya di sejumlah sentra produsen padi. Sepengetahuannya, penaikan harga beras tak hanya terjadi di Cianjur saja, tapi juga merata di seluruh daerah di Indonesia.

"Kalau sekarang menjelang panen raya padi kedua. Biasanya kalau menjelang panen raya harga beras kadang-kadang naik," ucapnya.

Untuk persediaan di tokonya, Wahyu mengatakan, relatif cukup. Ia mengaku beras jualannya banyak dipasok dari petani di wilayah Cianjur. "Tapi sekarang karena agak sulit, ada juga pasokan beras dari luar daerah, seperti dari Cilacap dan Yogyakarta," ujarnya. (OL-7)

Komentar