Pilkada

Coklit Serentak Tingkatkan Kualitas DPT

Ahad, 14 January 2018 17:29 WIB Penulis: Irvan Sihombing

MI/Susanto

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) akan mengadakan gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) serentak pada 20 Januari 2018, di 171 daerah peserta pilkada. Gerakan coklit serentak ini akan melibatkan 381 daerah di kabupaten/kota.

Gerakan coklit serentak ini akan melibatkan tujuh komisioer KPU Pusat, 155 komisioner KPU di tingkat provinsi, dan 1.905 komisioner KPU di tingkat kabupaten/kota. Coklit menggunakan sistem door to door, masyarakat akan didatangi rumahnya oleh petugas PPDP (Panitia Pemutakhiran Data Pemilih) untuk didata.

Komisioner KPU Pusat yang akan turun langsung ke beberapa daerah, di antaranya Wahyu Setiawan ke Jawa Tengah, Evi Novida ke Sumatera Utara, Arief Budiman ke Jawa Timur, Viryan ke Kalimantan Barat, Pramono Ubaid Tanthowi ke Sulawesi Selatan, Ilham Saputra ke Jawa Barat, dan Hasyim Asyari ke Bali.

"Lima komisioner di tingkat provinsi akan bergabung dengan PPDP, petugas yang akan bertemu dengan rumah-rumah pemilih," jelas Komisioner KPU Arief Budiman di Kantor KPU Pusat, Menteng, Jakarta Pusat kemarin (14/1).

Gabungan dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan PPDP akan dikerahkan untuk turun langsung ke 5.564 kecamatan. 64.534 desa/kelurahan, dan 385.791 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Dengan target 385.791 PPDP yang masing-masing mencoklit lima rumah dalam satu hari, maka akan ada 1.928.955 rumah yang dicoklit pada 20 Januari 2018 secara serentak. "Kalau di beberapa daerah punya kendala, maka target minimal kita harus melampaui satu juta rumah," imbuh Arief.

Pihak KPU juga menggaet tokoh-tokoh yang ada di berbagai daerah untuk berperan sebagai agen guna sosialisasi gerakan coklit di masyarakat.

Arief menegaskan, gerakan coklit ini diselenggarakan bukan hanya untuk penyelenngara pemilu saja, namun juga menggerakkan pengawas pemilu dan pemilih itu sendiri. Arief berharap, pemilih dapat mempersiapkan diri jika petugas PPDP mengunjungi rumah untuk pendataan. "Maka perlu juga dipesankan kepada PPDP dan pemilih untuk bisa berkomunikasi kapan bisa bertemu (untuk melakukan pendataan)," imbuhnya.

Tujuan gerakan coklit ini, lanjut Arief, adalah untuk meningkatkan kualitas data pemilih. Dengan partisipasi berbagai pihak, diharapkan partisipasi masyarakat akan mengingkat karena merasa dilibatkan dan terkena dampak oleh proses pemilu. "Lalu mereka akan mau, aktif menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara."

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, menambahkan gerakan coklit ini merupakan langkah awal untuk memperbaiki data pemilih untuk Pilkada 2018 yang nanti akan digunakan untuk data pemilih untuk Pemilu 2019. "Jadi kalau 171 daerah ini DPT-nya (Data Pemilih Tetap) rapi, itu sudah akan menyumbang 60 sekian persen untuk perbaikan DPT Pemilu 2019."(OL-3)

Komentar