Nusantara

Lima Pelaku Pesta Seks Sesama Jenis Digerebeg Polisi

Ahad, 14 January 2018 17:45 WIB Penulis: Benny Bastiandy

MI/Benny Bastiandy

POLRES Cianjur, Jawa Barat menggerebeg lima orang laki-laki yang melakukan pesta seks sesama jenis di salah satu villa di kawasan Cipanas, Jawa Barat.

Seorang diantaranya, merupakan anak di bawah umur yang berstatus pelajar di Cianjur. Tertangkapnya kelima orang sesama jenis itu, berawal dari keresahan berbagai kalangan terkait maraknya aktivitas seks sesama jenis.

"Berbagai cara kami lakukan termasuk menyelidikinya hingga medapati satu aplikasi di sistem operasi android. Aplikasi tersebut menjadi sarana komunikasi antara pelaku penyimpangan seks kaum gay," kata Kapolres Cianjur AKBP Soliyah di Cianjur, Minggu (14/1).

Setelah tim cyber mendalami aplikasi tersebut, ternyata didapati beberapa orang pelaku gay membuat janji untuk melakukan pesta seks di Cianjur, tepatnya di salah satu villa di Cipanas.

Polres Cianjur melakukan penggerebekan dan mendapati lima orang laki-laki tengah melakukan pesta seks, masing-masing berinisial AGW (50) kelahiran
Bali yang kini tinggal di Bandung, AR (21), DA (16), DS (39) dan U (34) yang merupakan warga asli Cianjur. Saat digerebeg mereka sedang telanjang bulat.

Saat penggerebekan itu polisi menemukan alat kontrasepsi, obat kuat, parfum, miras berjenis anggur merah, pelumas/pelicin dan beberapa barang
lainnya.

"Pelaku akan dikenakan pasal 36 Undang-undang nomor 44/2008 tentang pornografi, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda
paling besar Rp 5 miliar," katanya.

Pihaknya akan terus mengembangkan temuan tersebut untuk mengantisipasi kejadian serupa di wilayah hukum Cianjur, terlebih kawasan Cipanas dan
sekitarnya kerap menjadi tempat menginap wisatawan atau warga luar kota.

"Kami akan terus mendalami penyimpangan seks ini, termasuk dugaan ada prostitusi seks sesama jenis di dalamnya karena ini merusak perilaku dari
generasi muda ke depan," katanya.

Sementara AGW (68) seorang pelaku, mengatakan, sudah melakukan hubungan seks sesama jenis sejak duduk di bangku SMA di Bali, tepatnya setelah
menjadi korban teman laki-lakinya.

Meskipun sudah beristri dan memiliki tiga orang anak, perilaku seks menyimpang tersebut tetap dijalaninya."Saya pernah jadi korban waktu SMA, sampai sekarang saya melakukan hal yang sama meskipun sudah berkeluarga," ujarnya.(MTVN/Ant/OL-3)

Komentar