Humaniora

Media Indonesia Terus Berinovasi Hadapi Perubahan Zaman

Jum'at, 19 January 2018 14:53 WIB Penulis: Rizky Noor Alam

Chairman Media Group Surya Paloh berfoto bersama karyawan Media Indonesia dalam perayaan dan syukuran HUT Media Indonesia ke-48 di Kantor Media Group, Kedoya, Jumat (19/1)---MI/Permana

DALAM usianya ke 48, Media Indonesia yang merupakan salah satu media cetak nasional terbesar di Indonesia, berkomitmen terus berinovasi untuk menghadapi tantangan zaman, terutama di industri media yang berkembang cepat.

Koran yang mulai terbit pada 19 Januari 1974 tersebut mengusung tagline Indonesia Kini di usianya yang tidak lagi muda itu.

"Indonesia Kini itu banyak sekali maknanya, bahwa kita itu harus menyesuaikan. Media Indonesia sebagai media cetak harus menyesuaikan diri dengan perkembangan kekinian baik dari sisi sosial masyarakat Indonesia yang makin menuntut keberagaman," ungkap Pemimpin Redaksi Media Indonesia, Usman Kansong dalam acara perayaan HUT ke-48 Media Indonesia di kantor Kedoya, Jakarta, Jumat (19/1).

Selain mengusung keberagaman, Usman menambahkan dari sisi teknologi, tagline Indonesia Kini juga menjadi semangat Media Indonesia untuk terus berinovasi dan mengasah kreativitas, menyesuaikan diri dengan perkembangan media digital yang semakin pesat.

"Kita harus kreatif dan inovatif dalam menyesuaikan diri dengan teknologi digital, misalnya kita akan membuat new mediaindonesia.com kemudian Indonesia Kini adalah Indonesia yang mulai dikuasai oleh anak-anak muda baik dari sisi politik maupun ekonomi. Jadi bagaimana Media Indonesia dalam berita-beritanya juga berusaha memenuhi keinginan dan memotivasi anak muda kita untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan kelak menjadi pemimpin. Saya kira tiga hal itu makna dari Indonesia Kini," tambah Usman.

Inovasi yang dilakukan Media Indonesia selama ini tercermin dari perwajahan, konten jurnalistiknya, bagaimana melawan berita hoax, menampilkan berita yang benar dan akurat, serta konvergensi yang dilakukan dengan mediaindonesia.com dan Metro TV.

"Kita juga punya radio di Lampung, itu semua kita lakukan. Yang lainnya tentu saja berita kita tidak bisa seperti dulu, harus zaman now, misalnya kita bercerita hari ini dan besok, kita tidak bercerita tentang kemarin," imbuhnya.

Usman menambahkan sebagai langkah konkrit yang dilakukan untuk menjawab dan memfasilitasi para generasi muda agar terus berkarya dalam kreativitas, Media Indonesia memiliki rubrik Muda yang diisi oleh anak-anak muda yang menulis dan dimuat.

"Kita juga melakukan pelatihan-pelatihan ke kampus-kampus, bahkan kita punya Media Anak dimana kita mendidik reporter cilik di 5 kota di Indonesia yang setiap tahun kita lakukan. Karena ini adalah regenerasi pembaca juga dan regenerasi wartawan, itu yang kita lakukan. Jadi mereka menulis sendiri dan membuat laporan sendiri kemudian kita muat," papar Usman.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Chairman Media Group, Surya Paloh berharap agar Media Indonesia dapat terus mengevaluasi kinerjanya selama 48 tahun agar dapat memperoleh output kinerja yang lebih baik lagi.

"Memang episode perjalanan selama 48 tahun semuanya tidak berjalan sesuai rencana yang sudah ditempatkan, paling tidak sejumlah pengalaman akan menjadi referensi yang paling hebat di institusi Media Indonesia untuk membangun output kinerja yang lebih bagus, soliditas yang lebih kokoh. Diharapkan posisi dan peran mereka sebagai salah satu industri pers di negeri ini dapat memberikan suatu arti yang tidak terbatas pada ruangan Media Indonesia saja, tetapi lebih luas kepada masyarakat, bangsa dan negara," jelas Surya.

Untuk menjaga eksistensi, Surya Paloh juga berharap Media Indonesia dapat tetap bersih kukuh mempertahankan pemahaman dan arti jurnalistik yang profesional dan bebas tapi bertanggung jawab.

"Media Indonesia harus terus mampu mengembangkan pikirannya, sehingga masyarakat pada akhirnya menjadi suatu titik keseimbangan di dalam hak dan kewajiban yang kita miliki, mengedukasi dan mencerdasakan masyarakat," pungkas Surya.(OL-3)

Komentar