Ekonomi

Harus Ada Regenerasi Nelayan

Jum'at, 19 January 2018 17:10 WIB Penulis: Antara

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) berharap ada regenerasi nelayan karena kondisi produksi tangkap perikanan melimpah.

Sesuai data KKP, produksi perikanan di 2013 sebanyak 7,3 juta ton, meningkat menjadi 9,9 juta tonm pada 2015, dan sekarang sebanyak 12,54 juta ton.

"Kalau bisa anak bapak/ibu saat ini tetap menjadi nelayan, namun nelayan yang modern," kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Sjarief Widjaja, saat menyerahkan bantuan sejumlah bantuan kepada nelayan di Provinsi Gorontalo, Jumat (19/1).

Ia menjelaskan daging sapi tingkat konsumsinya di Indonesia per tahunnya hanya 2,5 kg/orang, sedangkan ikan 46 kg/orang/tahun. Artinya nelayan tetap diandalkan untuk memenuhi kebutuhan protein penduduk Indonesia.

Pemerintah pusat lewat berbagai kebijakan terus mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan, termasuk memberikan perlindungan. Presiden Joko Widodo sudah mengamanahkan kepada menteri KKP bahwa laut adalah sebagai masa depan bangsa.

"Itu artinya laut adalah milik kita semua, dan harus ada sumber daya di dalamnya, bukan untuk saat ini tapi juga masa depan," ujar Sjarief.

Menteri KKP sudah menyiapkan tiga strategi untuk menerjemahkan amanah presiden tersebut, yaitu kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan. Dua tahun pertama KKP sudah fokus pada kedaulatan, yaitu mengusir kapal ikan milik asing, hingga saat ini sudah ada 317 kapal asing yang ditenggelamkan, ukurannya mulai 100-300 grosston (gt), yang sekali tarik bisa sampai 80 ton.

"Sementara nelayan tradisional kita di Indonesia, maksimal sekali tarik hanya 20 kg ikan, Presiden pun sudah mengeluarkan aturan bahwa perikanan tangkap tertutup untuk asing," ungkapnya.

KKP mengajak para nelayan untuk tingkatkan produktivitas, karena setelah kedaulatan dan keberlanjutan saatnya ditingkatkan kesejahteraan nelayan. "Ini adalah wujud dari keberpihakan pemerintah kepada nelayan, sehingga perlu regenerasi," ia menambahkan. (X-12)

Komentar