Hiburan

Realitas Masyarakat Australia Modern

Sabtu, 20 January 2018 23:16 WIB Penulis: FD/M-4

DOK. FILM ALI’S WEDDING

ALI (Osamah Sami), harus menjalani konsekuensi dari kebohongannya. Ia mengaku mendapatkan nilai tertinggi di Fakultas Kedokteran saat mengikuti ujian masuk Universitas Melbourne, Australia.

Ali mendapatkan pujian dan menjadi idola dari keluarga dan komunitas muslim di Australia. Ayah Ali, Mehdi (Don Hany) menjodohkannya dengan gadis muslim, Yomna (Maha Wilson), putri teman sejawatnya.

Di sisi lain, Ali tengah jatuh cinta dengan gadis keturunan Libanon, Dianne (Helena Sawires). Mereka telah berencana menikah dan tinggal bersama di Libanon.

Film ini merefleksi kehidupan dan budaya Australia modern, yakni secuil kisah pengalaman orang Irak, Libanon, yang hidup dan telah menjadi bagian keberagaman di Australia. Ali's Wedding besutan sutradara Jeffrey Walker ini menjadi salah satu dari film yang meramaikan Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2018 yang diadakan Kedutaan Besar Australia.

Kuasa Usaha Australia di Indonesia, Allastee Cox, mengatakan film merupakan salah satu medium terbaik untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih baik tentang negara, masyarakat, dan budaya masing-masing.

"Film Australia yang ditayang telah dipilih secara selektif. Kebanyakan memang menyoroti komunitas muslim yang beragam di Australia. Keanekaragaman budaya Australia karena mereka berasal dari seluruh dunia," jelasnya, Selasa (16/1) di Jakarta.

Kamila Andini, salah seorang dewan juri (FSAI) 2018, menyebutkan sudah seharusnya merayakan keberagaman dan menjadi bagian dari suatu identitas bangsa. Apalagi menjadi perhatian kalangan sineas di dalam sebuah film.

FSAI 2018 mengapresiasi karya-karya sinema dari kedua negara. Akan tayang mulai 25-28 Januari 2018 di empat kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

Beberapa film yang akan tayang pada festival ini, di antaranya Ali's Wedding, Dance Academy, Ripe Tide, Red Dog: True Blue, Melawan Takdir, Marlina The Murderer in Four Acts, Melbourne Rewind.

Komentar