Film

Misi Pasukan Berkuda

Ahad, 21 January 2018 00:01 WIB Penulis: Ferdian Ananda Majni

DOK. 12STRONGMOVIE.COM

PASCASERANGAN terhadap gedung World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat pada 11 September 2001, Amerika Serikat membentuk pasukan khusus Operational Detachment Alpha 595 (ODA 595). Pasukan yang beranggotakan 12 orang dari Green Baret itu dipimpin Kapten Mitch Nelson (Chris Hemsworth) untuk melawan teroris di Afganistan.

Kapten Mitch bertemu dengan kelompok sekutu, Aliansi Bagian Utara yang di pimpin Jenderal Abdul Rashid Dostum (Navid Negahban). Akibat negosiasi yang alot, mereka sepakat bersatu melawan melawan kelompok Taliban dan Al Qaeda.

Di Afghanistan, senjata mereka yang mutakhir pun tak berguna. Mereka dihadapkan dengan perang konvensional sehingga harus mempelajari teknik tempur cara lain dengan menunggangi kuda. Medan perangnya pun tak terbayangkan, pegunungan yang cukup terjal, tebing dan jurang curam.

Jendral Dostum menyediakan enam ekor kuda untuk digunakan pasukan khusus AS. Mereka akan mendekati basis teroris di wilayah Mazari Sharif.

Dalam perjalanan menuju basis teroris, terjadi beberapa pertempuran kecil, hingga mengakibatkan ketidakpercayaan antara Kapten Mitch dan Jenderal Dostum.

Jenderal Dostum ditunduh menyembunyikan sesuatu yang mengakibatkan rencana mereka gagal dan sulit menyerang kelompok teroris, sedangkan Kapten Mitch dianggap tidak bernyali dan berpengaruh mengendalikan militer AS untuk mengancurkan kelompok Taliban dan Al Qaeda.

Otoritas Amerikan pun mengabarkan jika mereka telah mengirimkan pasukan khusus lainnya untuk bergabung bersama sekutu yang dipimpin Kelompok Atta di bagian timur. Jadi, bagaimana dengan pertempuran mereka?

Adaptasi karya buku

Film berdurasi 129 menit besutan sutradara Nicolai Fuglsig ini diangkat dari buku Horse Soldiers: The Extraordinary Story of a Band of US Soldiers Who Rod to Victory in Afghanistan karya Doug Stanton. Setelah kejadian WTC perhatian dunia mengarah ke Taliban Afghanistan. Taliban dianggap memberi perlindungan kepada Osama bin Laden dan gerakan Al-Qaeda yang dituduh bertanggungjawab atas serangan itu.

Dengan koalisi Pemerintah Amerika Serikat Taliban disingkirkan dari kekuasaan di Afghanistan meski pemimpinnya Mullah Mohammad Omar lolos.

Dalam beberapa tahun terakhir Taliban kembali muncul di Afghanistan dan tumbuh lebih kuat di Pakistan. Bahkan, jaringan lepas antara berbagai faksi Taliban dan kelompok militan.

Ted Tally dam Peter Craig, penulis naskah skenario, sebenarnya ingin memperlihatkan kekuatan dasyat Amerika Serikat dan otoritas yang tinggi di dunia.

Film ini juga membuktikan kebijakan Amerika sering melanggar teritori negara lain meski terdapat berbagai alasan pemicu di baliknya.

Seperti film aksi lainnya, pasukan Amerika Serikat dan sekutunya yang di terjunkan di daerah konflik, seperti di Irak, Afghanistan, Libia, Pakistan, Suriah, dan Libanon selalu mampu memperlihatkan kedigdayaan dan euforia kemenangan. (M-4)

Komentar