Kuliner

Mencicip Gurami Tausi dan Kakap Dabu-Dabu

Ahad, 21 January 2018 06:01 WIB Penulis: Wnd/M-4

MI/Adam Dwi

SIAPA yang tak suka olahan ikan gurami dan kakap. Sedikit duri tapi banyak kreasi. Seperti yang ditawarkan Hotel 88 Mangga Besar yang berada di Jalan Mangga Besar VIII, dua menu ikan ini laris manis dipesan pengunjung. Bahkan, melalui aplikasi pembelian makanan secara daring. Asep Imamudin, chef di Hotel 88 Mangga Besar, mengatakan pihaknya memiliki menu signature dish yang berganti setiap tiga bulan. Mulai Januari 2018, mereka menawarkan dua hidangan spesial, yaitu gurami saus tausi dan iga bakar bumbu rujak.

Asep mengatakan harus krearif dalam mencari menu makanan spesial, pun dalam pemilihan serta pemrosesan bumbu tidak bisa sembarangan. Jika kita terbiasa dengan gurami bakar atau asam manis, kali ini disajikan dengan bumbu tausi, yaitu kacang kedelai hitam yang telah di fermentasi. Cukup di tumis lalu disiramkan pada gurami yang sudah lebih dulu digoreng. Harga satu porsi gurami dengan nasi dan sambal, Rp65 ribu sudah termasuk pajak.

"Menu spesial kami berganti-ganti, mulai dari menu Indonesia, chinese food, hingga western. Seperti tausi ini kan adanya di chinese food, nah sementara dabu-dabu dari Sulawesi," ujar Asep sembari menemani kami mencicip menu yang tersedia, Kamis(18/1).

Rasa daging kakap yang lembut tidak berbau amis, matangnya pun sempurna dengan proses pembakaran. Sementara itu, untuk sambalnya menggunakan sambal dabu-dabu dari potongan cabai rawit, tomat, juga bawang. Namun, ditambah dengan ulekan cabai yang telah direbus.

Segar dan harum sup buntut

Tidak perlu takut amis atau dagingnya alot, rasa sup buntut di Hardwell Cafe, restauran milik Hotel 88 Mangga Besar sangat segar dan empuk. Rasa rempahnya sangat terasa dan ada sensasi segar ketika kuah yang kita telan sampai di perut. Sensasi itu karena penggunaan jahe bakar pada kuah sup buntut.

Sang juru masak pun mengatakan hal serupa untuk menu iga bumbu rujak, dagingnya empuk dengan baluran sambal merah yang memiliki rasa manis, pedas, dan asam seperti panganan rujak. Disajikan dengan nasi dan tumis kangkung, sajian iga bumbu rujak memiliki harga Rp70 ribu dan termasuk salah satu signature dish bulan ini hingga Maret.

"Susah lo memasak menu Indonesia, salah bumbu sedikit atau kurang matang bumbunya rasa jadi berbeda. Untuk buntut harus pilih yang tanpa lemak supaya tidak alot," pungkas pria yang sudah bergabung selama tiga tahun di hotel tersebut.

Selain makanan tersebut, disediakan juga hidangan ayam bakar dan udang goreng tepung. Sementara itu, untuk sajian lain, Hotel 88 Mangga Besar memiliki sekitar 20 menu makanan, sedangkan minuman terdiri dari aneka jus juga mocktail, minuman tanpa alkohol yang terbuat dari sirup, soda, serta biji selasih.

Komentar