Eksplorasi

Paus Pembunuh Dapat Meniru Ucapan Manusia

Sabtu, 3 February 2018 02:01 WIB Penulis: AFP/Dys/L-3

Sumber: National Geographic/live science/American Cetacean Society/Seaworld/AFP

KEPALA Wikie menengadah di atas air.

Si paus pembunuh (Orcinus orca) itu melihat ke arah pelatihnya yang berdiri membungkuk di samping kolam.

Ia terlihat mendengarkan, lalu dengan suara keras Wikie mengeluarkan suara keras berbunyi, "Halo!"

Suara yang meniru sang pelatih memang tidak sempurna, tapi menakjubkan.

Ini demonstrasi ilmiah pertama dari orca yang menirukan kata-kata manusia.

Mamalia pintar itu bisa menirukan kata-kata Amy (nama pawang Wikie), bye-bye, dan one-two-three.

"Kami tidak mengharapkan pertandingan yang sempurna, seperti burung beo," kata peneliti Jose Abramson dari Complutense University of Madrid mengenai percobaan yang dilaporkan pada jurnal Proceedings of the Royal Society B beberapa hari lalu.

Karena anatomi vokal orca yang sama sekali berbeda dengan manusia, upaya Wikie meniru enam kata atau frasa yang berbeda menghasilkan kualitas kemiripan yang sangat tinggi.

Sulit untuk tidak melompat gembira saat mendengar Wikie untuk pertama kalinya 'berbicara'.

Untuk mengukur kemampuan orca dalam menyalin atau meniru suara baru, Abramson dan tim peneliti melibatkan Wikie, paus pembunuh yang hidup di Akuarium Marineland di Antibes, Prancis Selatan.

Wikie ialah kandidat yang tepat untuk diteliti karena dia dilatih untuk melakukan trik di hadapan pengunjung Marineland dan telah mempelajari bahasa isyarat yang diperintahkan pelatihnya.

Dalam percobaan, Wikie diminta untuk meniru suara yang tidak pernah dia dengar sebelumnya yang dibuat orca lain.

Dalam rekaman percobaan tersebut, Wikie menyuarakan dua suku kata yang menyerupai bunyi /l/ di tengah dan sebuah bunyi /o/ di akhir suku kata.

Suara yang terdengar dalam dan serak, halo.

Orca juga mengelola bisikan berbunyi eery yang terdengar sangat mirip Amy.

Namun, sepertinya dia lebih bermasalah ketika mengucapkan one-two-three.

Suku kata terakhir terdengar sedikit seperti raspberry.

Abramson mengatakan kemampuan orca untuk meniru tidak berarti dia mengerti apa yang dia katakan.

Percobaan dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada makna atau konteks yang melekat pada salah satu kata.

Namun, itu memang menunjukkan, sekali lagi, bahwa orca memang binatang yang sangat cerdas.

Keterampilan imitasi ialah tanda kecerdasan karena memungkinkan hewan belajar pelajaran dari teman sebayanya.

"Salah satu hal utama yang memicu evolusi kecerdasan manusia ialah kemampuan untuk memiliki pembelajaran sosial, meniru, dan memiliki budaya." Jadi, jika Anda menemukan bahwa spesies lain juga memiliki kemampuan untuk belajar sosial, dan pembelajaran sosial yang kompleks yang bisa menjadi tiruan atau pengajaran, Anda akan mengharapkan fleksibilitas dalam spesies itu."

Hal ini pada gilirannya memungkinkan spesies untuk menyesuaikan diri dengan lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan meningkatkan daya tahan hidup mereka.

Selain burung beo, yang memiliki kemampuan meniru bahasa manusia ialah paus beluga, lumba-lumba, anjing laut, dan gajah asia.

Komentar