Gaya Urban

Bakar Lemak dengan Zumba Dangdut

Ahad, 4 February 2018 08:03 WIB Penulis: Abdillah M Marzuqi

MI/Ramdani

IRAMA dangdut menguar dari pemutar musik di sudut ruangan. Penggemar dangdut tidaklah asing, tetapi orang yang tidak terlalu akrab dengan musik dangdut pun serasa pernah mendengar.

Jaran Goyang, begitu judul lagu yang mengiring goyang para perempuan dalam ruangan itu. Aroma musik dangdut terus menggoda untuk berturut goyang mengikuti gerak instruktur.

Namun, pentas goyang tersebut bukanlah acara musik dangdut, melainkan sebuah kelas zumba. Jika zumba sebelumnya identik dengan musik Latin, justru di situ zumba mendapati bentuk baru dengan mencampur dangdut.

Para peserta pun penuh antusias mengikuti gerakan instruktur. Tampak ada beberapa gerakan yang meleset, tapi itu tidak jadi soal, mereka segera kembali ke jalur gerak yang diinstruksikan.

Gerakan mereka energik dengan tempo lumayan cepat. Seluruh anggota tubuh bergerak, terutama di bagian pinggul dan pinggang. Posisi Liza Natalia, 42, paling depan. Siang itu ia menjadi instruktur untuk kelas zumba di sebuah studio di bilangan Kebayoran Baru.

Dua bulan lalu, Liza baru saja didapuk sebagai duta zumba untuk Indonesia. Sebagai duta, ia pun berinovasi dengan memasukkan lagu dangdut sebagai musik pengiring.

“Kan ceritanya jadi zumba ambassador, baru dua bulan. Jadi setiap negara dipilih satu orang. Dua bulan lalu Zumba Home Office Amerika memilih satu zumba ambassador dari Indonesia. Yang terpilih aku,” jelas Liza, pekan lalu.

Upaya memadukan dangdut dan zumba, lanjutnya, telah berlangsung lama. Sebelum aktif di dunia zumba, Liza terlebih dahulu malang melintang di jalur dangdut. Saat terjun ke zumba, Liza langsung terpikir untuk memadukan zumba dan dangdut. “Kalau dibilang sejak kapan, ya sejak aku buka studio zumba tujuh tahun lalu. Itu 2011,” tambahnya.

Fokus bakar lemak
Zumba adalah gerakan senam yang fokus pada pembakaran lemak. Berbeda dengan olahraga senam pada umumnya yang fokus pada pembentukan otot. Zumba punya elemen utama, yakni musik, sehingga ketika seorang sedang berzumba, ia lebih mirip sedang berdansa atau menari. Itulah pula yang menjadikan Liza jatuh hati pada zumba.

“Karena menurutku olahraga zumba ini kok asyik banget ya. Enggak beban gitu. Kita rasa seperti olahraga, tapi banyak item-item lagu di dalam. Ada salsa, marengge, umbia, hip-hop, belly dance, bollywood. Semua komplet. Otomatis enggak bikin orang jadi bosen,” lanjutnya.

Sejak dipilih menjadi duta zumba, Liza mengaku semakin fokus untuk memadukan zumba dengan dangdut. Alasannya, mayoritas masyarakat Indonesia sudah familier dengan dangdut sehingga akan lebih mudah untuk memperkenalkan zumba.

Gerakan yang disajikan dalam zumba dangdut memang mirip dengan zumba pada umumnya, yakni ada pembagian pola lagu dalam zumba. Sekitar 70% lagu latin, sisanya bisa dicampur lagu lain, 70% lagu Latin tersebut, ternyata mempunyai pola gerak yang mirip dengan goyang dangdut. Keduanya sama-sama didominasi dengan gerakan pinggul.

“Sejumlah 70% itu memang kita lihat ada umbia, regetto, salsa, yang mana memang didominasi dengan goyang pinggul juga sebenarnya. Kita kan kalau goyang dangdut fokusnya ke pinggul juga. Nah ada sedikit kemiripan di dangdut kita dengan di zumba,” terangnya.

Sebagai contoh, lanjut Liza, lagu Kopi Dangdut bisa dibuat versi Latin. Dari musik lagu itulah lalu masuk salsa ataupun zumba. Hampir semua lagu dangdut bisa dipadukan dengan zumba.

Syaratnya, hanya lagu yang bisa membuat semua orang senang. Yang lebih penting, lagu bisa memancing orang untuk turut bergerak. “Lagu boleh saya pilih bebas. Pokoknya yang bikin orang happy, yang buat orang bergerak, keringatan,” ujarnya lagi.

Urutan lagu
Lebih lanjut, Liza menjelaskan terdapat urutan lagu yang dimainkan sesuai dengan pola gerak. Lagu pertama dikhususkan untuk pemanasan, sedangkan lagu berikutnya baru bisa dimainkan dangdut. Seperti saat Media Indonesia berkunjung, terdapat beberapa lagu yang dimainkan. Salah satunya Jaran Goyang.

“Lagu gabungan zumba dan dangdut itu harus saya buat playlist yang benar. Jadi saya harus bikin lagu zumba untuk pemanasan 10 menit, baru lagu kedua, ketiga dan seterusnya saya kombinasi, ada hip-hop-nya, ada lagu Indonesia, ada lagu dangdut,” ujarnya.

Liza mengatakan ia mendapat beberapa tantangan dalam memadukan zumba dan dangdut. Kesulitan terbesar ialah menyelaraskan beat (tempo), dan hitungan gerakan.

“Pernah dapat lagu susah. Karena kalau senam dangdut itu beat-nya harus pas, hitungannya juga harus pas. Tidak bisa sembarang. Semisal ada lagu yang hitung gerakannya 5, atau 7, gerakan pun harus segera diubah. Jadi hitungan tetap 1 sampai 4 atau 8. Jadi harus pas hitungan ketukannya itu,” tambahnya.

Ternyata, gerak zumba ala Liza diminati para peserta. Beberapa peserta mengaku senang dengan pola gerak itu. “Zumba, itu kan Latin ya. Yang lebih penting itu dangdutnya. Kalau sudah dangdut, keren banget, rame banget,” terang Denawati, 40.

Pernyataan Dena diamini Fransiska Oktaviani Tarigan, 38. Menurutnya, bagian yang paling disukai ketika zumba dangdut ialah goyang pinggul. Dangdut jugalah yang membuat Siska betah untuk mengikuti kelas zumba.

Selain semangat ketika berolah raga, zumba dangdut membuat kalori terbakar. Selain itu, efektif menurunkan berat badan. “Sekali ikut Zumba di sini kayaknya 2 kg keluar deh,” ujar Dena sembari tertawa. “Saya sudah turun 15 kg manfaatnya,” sambung Siska.

Selain berat badan berkurang, tambah Dena, ada manfaat lebih besar, yakni tubuh semakin sehat dan bugar. “Kalau saya kesehariannya lebih fit. Jarang ada keluhan deh pokoknya,” pungkasnya. (X-7)

Komentar