MI Anak

Kamu Pilih Didongengi Mama atau Youtube

Ahad, 4 February 2018 09:20 WIB Penulis: Fathurrozak Jek

MI/Duta

“Siapa yang tahu suara kerbau?” Tanya kak Najwa Shihab kepada Sobat Medi. Mereka pun menyahut, “Mmoooo..” Itu kan, suara sapi, jawab Kak Najwa.

Di lantai dasar Museum Nasional, Jakarta, para Sobat Medi ini mendengarkan cerita. Kisah pertama dari Sulawesi Selatan. Tokohnya La Dana dan seekor kerbau. Alkisah, La Dana bersama temannya Sappang, datang pada Rambu Solo, upacara kematian di Toraja. Mereka juga para tamu yang datang lain mendapat bagian dari potongan kerbau.

Sobat Medi suka mendengar dongeng? Biasanya mendengarkan atau menonton cerita dongeng juga nih?

Nah, sekarang ini dongeng tidak hanya bisa dibaca di buku, tapi juga bisa dicari di Youtube. Pasti sering, kan? Tapi Sobat Medi harus tetap minta didampingi bunda atau ayah ya, kalau mencari dongeng lewat internet.

Memberi pilihan, agar dongeng seru
Kak Najwa Shihab, atau akrab disapa Kak Nana, dulu juga sering didongengi lo, Sobat Medi. “Sering diceritai kisah nabi-nabi, ada Nabi Sulaiman, juga didongengi Abu Nawas. Abu Nawas itu kan orangnya cerdas, kalau melawan penguasa yang zalim, bukan dilawan dengan kekerasan, justru dengan jenaka,” cerita Kak Nana dalam acara Dongeng Yuk, yang diselenggarakan Youtube bersama Ayo Dongeng Indonesia, Sabtu, (27/01).

Menurut Kak Nana, kalau mau jadi pendongeng, ternyata enggak boleh egois, bertindak semaunya si pendongeng. Pendongeng harus juga bertanya kepada pendengarnya, jalan cerita berikutnya mau seperti apa. Namun, tetap harus diberi tahu konsekuensi dari setiap pilihan itu. “Cara itu akan mengembangkan daya imajinasi anak-anak, dan bisa membangun cerita.”

Belajar dari cerita
Sementara itu, Kak Ario Zidni, pendiri Ayo Dongeng Indonesia, menambahkan, melalui cerita, ia bisa meneladani nilai dalam cerita. Ia pun mengenang masa kecilnya ketika mendapat cerita tentang kunang-kunang.

“Ini cerita dari Jawa Tengah dan Yogya. Jadi kalau kuku-kuku kotor itu, yang sudah dipotong, malamnya akan terbang dan berubah jadi kunang-kunang. Kunang-kunang itu baik lo, ia mau berbagi. Dengan sinarnya, ia bisa menerangi di malam hari.”

Ayo dongengi kami
Kak Ario juga berpesan nih untuk Ayah dan Bunda Sobat Medi. “Kalau mau mendongeng untuk anak, jangan cari waktu luang. Tapi harus punya komitmen, misal jam berapa mau mendongengkan untuk anak.”

Sobat Medi yang datang ke acara Dongeng Yuk ini juga sangat antusias lo. Seperti Khansa Fauzia dan Izzati Zafira, yang sudah berangkat dari Bekasi pukul 09.00 menggunakan kereta. Bersama bundanya, mereka memang terbiasa datang ke acara mendongeng.

Sang pendongeng cilik
Ada juga Olivia Karenina Syahir, yang rupanya sudah memiliki empat dongeng yang diterbitkan secara e-book. Wah, keren ya, Olivia! Menurut Bunda Olivia, tante Rezki, “Olivia memang kemampuan bahasanya menonjol, jadi sejak usia dua tahun dia sudah terbiasa dengan cerita. Olivia bercerita, saya merekam, jadilah dongeng-dongengnya. Dia sekarang sedang belajar menulis sendiri dongengnya.”

Wah, hebat ya teman kita Olivia. Kalau Sobat Medi mau membaca cerita Olivia, kalian bisa akses di Serusetiapsaat.com.

Olivia juga sering datang ke acara-acara mendongeng. Ia pun mengidolakan Kak Ario Zidni. Jadi, setiap acara mendongeng yang ada kak Ario, Olivia pasti datang. Nah, enggak sia-sia juga nih, Olivia datang pagi-pagi dari Tebet, Jakarta Timur, untuk ikut mendengar dongeng. Siapa tahu, setelah pulang, Olivia punya cerita baru untuk dongengnya ya, Sobat Medi.

Kalau kalian, berani menulis cerita dongeng sendiri? Siapa tahu Sobat Medi juga bisa seperti Olivia yang sudah punya cerita dongeng di e-book. Sekarang, Sobat Medi tidak perlu khawatir kekurangan bahan cerita. Bukan hanya dari buku, kalian juga bisa akses lewat internet. Belajar mendongeng yuk! (M-1)

Komentar