Internasional

Korut Tidak Berminat Bertemu Pejabat AS Saat Olimpiade Musim Dingin di Korsel

Kamis, 8 February 2018 16:09 WIB Penulis: MICOM

AFP PHOTO / Ahn Young-joon

KOREA Utara menyatakan tidak berniat bertemu dengan pejabat Amerika Serikat selama Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan yang akan digelar besok, pada Jumat (9/2). Keputusan Korut ini memupus harapan bahwa Olimpiade musim dingin bisa membantu mengatasi ketegangan tinggi atas program senjata nuklir Korea Utara.

Wakil Presiden AS Mike Pence, yang menyebut Korut sebagai rezim paling kejam di dunia terbang ke Korsel dan Kamis (8/2) ini menjelang upacara pembukaan sudah berada di lokasi wisata pegunungan Pyeongchang, hanya 80 kilometer dari perbatasan Korut.

Upacara tersebut juga akan dihadiri utusan pejabat tinggi Korut, termasuk adik perempuan pemimpin Kim Jong-un dan menteri luar negeri Korut, Kim Yong-nam.

"Kami tidak pernah memohon berunding dengan AS dan ke depannya akan tetap sama," kata KCNA, mengutip Cho Yong-sam, Dirjen pada Departemen Amerika Utara di Kementerian Luar Negeri Korut.

"Agar menjadi jelas, kami tidak berniat bertemu dengan AS selama kunjungan kami ke Korsel dan tidak ada rencana menggunakan Olimpiade Musim Dingin sebagai kendaraan politik," tegas Cho.

Adapun Korsel ingin menggunakan acara tersebut untuk kembali bersama dengan Korut dan membuka jalan bagi perundingan untuk menyelesaikan salah satu krisis paling berbahaya di dunia, di mana Presiden AS Donald Trump dan Pyongyang saling mengancaman penggunaan senjata nuklir.

Saat berbicara setelah bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Tokyo dalam perjalanannya ke Korsel, Menlu Pence mengatakan, Washington akan segera mengungkap sanksi ekonomi terberat dan paling agresif yang pernah ada terhadap Korut.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menambahkan bahwa sanksi tersebut akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang dan mendesak semua negara menerapkan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa sepenuhnya serta mendukung tekanan AS dengan menolak dukungan keuangan dan perdagangan dengan Korut.(Reuters/OL-3)

Komentar