Internasional

Forum MIKTA Tingkatkan Peran di Ranah Global

Jum'at, 9 February 2018 04:21 WIB Penulis: Hym/I-1

kemlu.go.id

UNIVERSITAS Indonesia (UI) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan bincang-bincang MIKTA Goes to Campus 2018 di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI, kemarin. Acara ini merupakan bagian dari keketuaan Indonesia pada forum MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia).

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu, Febrian Durian, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program MIKTA di bawah keketuaan Indonesia yang dimulai sejak 13 Desember 2017.

"Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah menyosialisasikan forum MIKTA dan diplomasi atau peran negara anggota MIKTA serta menjaring masukan untuk peningkatan peran dan kerja sama MIKTA di forum global," ujarnya.

Menurut akademisi UI Shofwan Al Banna, keberadaan MIKTA harus menjadi penghubung dari jaringan global baik negara besar ataupun kecil.

"MIKTA harus jadi penghubung pemerintahan global dengan masyarakat global. Bukan cuma pemerintah, melainkan juga masyarakat. Bukan cuma perkumpulan negara kekuatan menengah, melainkan juga secara global," ujarnya

Kuasa Usaha Kedutaan Republik Turki untuk Indonesia Ihsan Eralp Semerci berpandangan MIKTA pada dasarnya vital untuk keamanan regional, ekonomi, dan bagi negara-negara yang peduli terhadap tatanan regional, serta mengejar perdamaian dan stabilitas.

Talk show menghadirkan para duta besar negara-negara MIKTA, yakni Dubes Australia untuk Indonesia Allaxter Cox, Dubes Korea Selatan Taiyoung-cho, Dubes Turki Mehmet Kadri Sander, dan perwakilan dari Kedubes Meksiko dan Direktur Kerja Sama Multilateral Febrian Durian sebagai serta pembahas dari Universitas Indonesia dan The Habibie Centre.

Forum MIKTA tidak dimaksudkan sebagai positioning-block terhadap kelompok maupun forum negara lain dan tidak dimaksudkan sebagai suatu kaukus dalam G-20. Partisipasi Indonesia akan meningkatkan hubungan bilateral dengan negara MIKTA lainnya dan visibilitas serta peran Indonesai sebagai middle power di tatanan global.

Seperti diketahui Indonesia merupakan Koordinator MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia) pada 2018. MIKTA adalah forum konsultasi middle powers yang dibentuk pada tahun 2013. Keketuaan Indonesia pada MIKTA 2018 ini mengusung tema Fostering creative economy and contributing to global peace dengan berbagai kegiatan di beberapa kota di Indonesia.

Komentar