Ekonomi

Kementerian PU-Pera Tegur PT Waskita

Jum'at, 9 February 2018 09:33 WIB Penulis: (Pra/E-2)

MI/ADAM DWI

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto mengungkapkan kejadian longsor di terowongan di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta disebabkan kegagalan konstruksi. Ia mengatakan Komisi Keamanan Konstruksi (KKK) yang sudah dikerahkan sejak hari pertama pascakecelakaan masih berupaya mengevaluasi letak kesalahan bangunan tersebut. Arie mengatakan Kementerian PU-Pera telah memberikan sanksi berupa teguran kepada PT Waskita Karya selaku kontraktor proyek Kereta Bandara yang membangun underpass tersebut serta sejumlah kasus kecelakaan lain konstruksi lain yang mereka kerjakan.

“Saya sudah layangkan surat teguran ke mereka agar lebih berhati-hati, menyempurnakan sistemnya. Mereka sudah menindaklanjuti untuk mengangkat struktur dan lain-lain,” ujar Arie di Kantor Kementerian PU-Pera, di Jakarta, Kamis 98/2). Pemberian sanksi berupa teguran dilakukan karena begitu banyaknya kecelakaan kerja atau kegagalan konstruksi proyek yang dijalankan Waskita Karya. Sebelumnya, setidaknya terdapat lima kecelakaan konstruksi yang melibatkan perseroan tersebut. Salah satu di antaranya kecelakaan kerja proyek light rail transit (LRT) di Palembang, Sumtera Selatan, Agustus 2017. Saat itu dua crane dengan bobot 70 ton dan 80 ton yang sedang dioperasikan jatuh dan mengenai sejumlah rumah warga.

Selain itu, ambruknya jembatan tol penyeberangan orang pada pengerjaan proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bocimi di Kabupaten Bogor, September 2017. Kecelakaan terjadi karena tali sling belum terpasang saat mereka hendak memasang badan jembatan. Seorang pekerja pun meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Ketika dimintai tanggapan, Corporate Secretary PT Waskita Karya Shastia Hardiati mengatakan teguran dan masukan ini jadi pelajaran berharga bagi perusahaan untuk memperbaiki kinerja ke depannya, tentunya meliputi seluruh aspek, baik proses pelaksanaan pekerjaan maupun kepedulian lebih terhadap keselamatan kerja. “Kami juga melibatkan tim ahli independen dari beberapa perguruan tinggi untuk meningkatkan kinerja Waskita,” ujarnya saat dihubungi, kemarin. (Pra/E-2)

Komentar