Ekonomi

Rating Surat Utang Indonesia Meningkat

Jum'at, 9 February 2018 06:01 WIB Penulis: E-1

ANTARA/Widodo S. Jusuf

LEMBAGA pemeringkat Japan Credit Rating Agency Ltd (JCR) meningkatkan rating surat utang atau sovereign credit rating (SCR) Indonesia dari BBB-/outlook positif menjadi BBB/outlook dtabil.

Dalam siaran persnya, JCR menyatakan bahwa faktor kunci yang mendukung kenaikan SCR Indonesia ialah upaya sinergi pemerintah dalam melakukan reformasi struktural untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal itu berdampak positif, yang tecermin pada kondisi iklim investasi yang semakin kondusif, menguatnya momentum pembangunan infrastruktur melalui inisiatif proyek strategis nasional, dan melambatnya pertumbuhan utang luar negeri korporasi.

Lebih lanjut, JCR juga mengakui bahwa ke-15 paket kebijakan ekonomi dan penurunan suku bunga kebijakan oleh Bank Indonesia telah mendorong peningkatan investasi swasta khususnya di sektor non komoditas.

Selain itu, penurunan defisit transaksi berjalan yang diproyeksikan untuk tetap berada di bawah level yang ter-kendali serta cadangan devisa yang tinggi menggambarkan penguatan resiliensi Indonesia terhadap gejolak eksternal.

JCR juga mencatat sektor perbankan Indonesia tetap sehat dan pembiayaan melalui pasar keuangan tumbuh kuat yang tecermin dari penerbitan saham, obligasi, dan medium term notes (MTN) yang meningkat.

Di sisi fiskal, JCR mengakui bahwa reformasi fiskal yang dilakukan pemerintah berupa pengalihan belanja subsidi kepada belanja infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan telah berhasil mengurangi defisit fiskal dan meningkatkan efisiensi belanja.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan, "Peningkatan rating oleh Japan Credit Rating Agency mencerminkan semakin meningkatnya keyakinan lembaga internasional terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dan komitmen pemerintah untuk memperbaiki struktur ekonomi."

Pencapaian ini, lanjutnya, menunjukkan upaya sinergi kebijakan yang harmonis antara BI dan pemerintah yang mampu menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ke depan, BI juga akan lebih mengoptimalkan kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan di dalam bauran kebijakan yang ditempuh.

Komentar