Ekonomi

Bank Mandiri Kucuri Pertamina Group US$100 Juta

Jum'at, 9 February 2018 06:11 WIB Penulis: E-1

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

BANK Mandiri menyalurkan pinjaman senilai US$100 juta kepada Pertamina Group sebagai wujud sinergi BUMN mendukung program pemerintah mengembangkan sektor minyak dan gas.

Kredit tersebut merupakan bagian dari sindikasi bersama delapan bank asing lainnya. Bank Mandiri menjadi satu-satunya bank Indonesia yang bertindak sebagai mandated lead arranger. Dari total fasilitas senilai US$600 juta, Bank Mandiri menduduki peringkat kedua porsi nominal kredit terbesar.

Dalam siaran pers Bank Mandiri, Direktur Bank Mandiri Royke Tumilaar menyebut pembiayaan dengan skema cross border transaction itu tergolong menantang karena Bank Mandiri dihadapkan pada struktur pembiayaan yang cukup kompleks, melibatkan beberapa negara, dan regulasi internasional yang ketat.

Hal itu sesuai dengan rencana Bank Mandiri ke depannya untuk menjadi bank penyalur kredit korporasi dengan solusi beragam dan inovatif.

Dalam pemberian fasilitas selain kredit yang sifatnya konvensional, Bank Mandiri juga mulai mengarah menjadi financial advisor bagi para nasabah korporasinya.

"Keikutsertaan Bank Mandiri dalam skema pinjaman ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan Pertamina kepada kami, serta wujud komitmen kami dalam mendukung pengembangan bisnis global Pertamina," kata Royke Tumilaar saat closing ceremony penyaluran pinjaman sindikasi di Hong Kong, kemarin.

Royke menambahkan, kolaborasi Bank Mandiri dan Pertamina Group juga diwujudkan melalui penyediaan produk dan layanan perbankan untuk membantu meningkatkan efisiensi dan pengelolaan likuiditas, seperti notional pooling dan cash card.

Selain itu, untuk transaksi valas, Bank Mandiri juga aktif memberikan solusi-solusi yang dapat membantu terpenuhinya kebutuhan valas Pertamina, antara lain melalui transaksi forex harian, transaksi derivatif, dan tripartite treasury.

Bank Mandiri dan Pertamina juga melakukan pengembangan sistem bersama sebagai fundamen jalannya transaksi harian dalam bentuk corporate payable, SOPP, dan autocollection.

Komentar