Polkam dan HAM

Presiden Harapkan Pers Bisa Mencerahkan

Jum'at, 9 February 2018 07:04 WIB Penulis: YH/Ths/Gol/Ant/X-10

BIRO PERS SETPRES

PRESIDEN Joko Widodo mengharapkan para wartawan dapat lebih mendalami materi-materi dalam penulisan berita untuk menghasilkan informasi yang mencerahkan masyarakat.

"Ya, tentu saja penulisan dengan pendalaman materi yang matang, berita yang bermanfaat, yang memberikan pencerahan kepada masyarakat, yang memberikan optimisme kepada masyarakat, yang membangkitkan harapan bagi masyarakat," kata Presiden seusai menyerahkan sertifikat tanah kepada ahli waris pionir pers Indonesia Djamaluddin Adinegoro di Sawahlunto, Sumatra Barat, kemarin.

Hari ini merupakan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-32 di Padang, Sumatra Barat, yang akan dihadiri Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, insan pers perlu mempelajari lebih jauh tentang nilai-nilai jurnalistik yang ditinggalkan Adinegoro dalam tulisannya. "Saya kira pembelajaran-pembelajaran yang beliau sampaikan nanti bisa dilihat dalam buku-bukunya. Pendalaman materi yang sangat tajam," ujar Jokowi.

Saat menghadiri rangkaian acara peringatan HPN ke-32 di Padang, kemarin, Menkeu Sri Mulyani menyoroti maraknya pers digital dan media sosial dewasa ini tidak dibarengi dengan meriahnya diskusi yang mencerdaskan. Hal ini berbeda dengan situasi ketika surat kabar, televisi, dan radio, menjadi rujukan utama informasi. "Di media konvensional terjadi diskusi yang mencerahkan, ada cover both side sehingga orang terbiasa menghormati dan menoleransi perbedaan pendapat,'' ujarnya.

Dengan berkembangnya media daring dan media sosial, orang cenderung mencari informasi yang sesuai dengan pandangannya. ''Tidak ada konversasi, yang ada justifikasi.''

Menurut Sri Mulyani, semua orang bisa memproduksi berita dan mendistribusikannya. Akan tetapi, isinya seringkali berupa hoaks, bersifat provokatif, partisan, parsial, menyudutkan kelompok lain, termasuk pemerintah. Persoalan semacam itu bisa dipulihkan bila pers mengedepankan etika. "Kita harus kembali ke sifat dasar yang sesungguhnya tak pernah lekang, yaitu kejujuran, integritas, kemanusiaan, dan etika. Ini tantangan berat."(YH/Ths/Gol/Ant/X-10)

Komentar