Humaniora

Keamanan Vaksin DBD Dievaluasi Ulang

Jum'at, 9 February 2018 11:02 WIB Penulis: MI

ANTARA/Rahmad

UNTUK menindaklanjuti isu keamanan vaksin demam berdarah dengue (DBD) dengvaxia, Badan POM RI memutuskan vaksin itu hanya dapat digunakan untuk mengurangi risiko kejadian dan keparah-an DBD pada anak usia 9-16 tahun yang sebelumnya sudah pernah terinfeksi virus dengue/demam ber­darah (seropositif). Vaksin itu tidak boleh digunakan pada individu yang belum pernah terinfeksi virus dengue.

Hal itu karena hasil reevalua­si menunjukkan pemberian vaksin dengvaxia pada orang yang belum pernah terinfeksi virus dengue (seronegatif) justru dapat menyebabkan DBD berat dan peningkatan risiko rawat inap yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang tidak diberi vaksin.

Selain itu, pada anak usia kurang dari 9 tahun, khasiat vaksin pada individu seronegatif lebih kecil daripada individu yang sudah pernah terinfeksi dengue.

“Terkait hal itu, Badan POM RI telah memberikan instruksi kepada PT Aventis Pharma (distributor vaksin) untuk memantau secara ketat penggunaan vaksin dengvaxia di Indonesia, terutama pada pasien yang telah teridentifikasi menerima vaksin dengvaxia,” ujar Kepala Badan POM Penny Lukito di Jakarta melalui sia­ran pers.

Meskipun sampai saat ini Badan POM belum menerima laporan soal efek samping vaksin dengvaxia, pihaknya mengimbau tenaga kesehatan profesional dan semua pihak yang terkait agar mengedepankan kehati-hatian dan keselamatan pasien dalam pemberian vaksin itu.

Badan POM pada 31 Agustus 2016 telah menyetujui izin edar vaksin dengvaxia yang didaftarkan perusahaan farmasi Sanofi Aventis. Indonesia merupakan negara keenam di dunia dan kedua di Asia yang menyetujui izin edar vaksin itu setelah Meksiko, Filipina, Brasil, El Salvador, dan Kosta Rika.

Evaluasi kembali dilakukan Badan POM berdasarkan hasil studi terbaru dan data keamanan vaksin dengvaxia. Sebelumnya Filipina menghentikan program imunisasi mengggunakan vaksin itu karena pada sejumlah kasus pemberian vaksin tersebut justru memperparah penyakit. (Ind/H-3)

Komentar