Ekonomi

Bandara Kualanamu Ditawarkan Ke Swasta Senilai Rp11 Triliun

Jum'at, 9 February 2018 15:35 WIB Penulis: Puji Santoso

MI/Amiruddin Abdullah

PT Angkasa Pura II (persero) menawarkan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara senilai Rp11 triliun pada swasta. Hal ini sebagai strategi untuk pengembangan bandara internasional tersebut dalam jangka panjang.

"Penawaran itu sendiri kita akan lakukan untuk pengembangan maupun fasilitas pendukung lainnya di kawasan bandara," ujar General Manajer AP II Bandara Kualanamu, Arif Darmawan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi D DPRD Sumut di Medan, Jumat (9/2).

Diungkapkannya, dalam penyusunan skema penawaran itu dimulai dari Rp4 triliun dan Rp7 triliun, yang dibutuhkan investasi untuk Bandara Internasional Kualanamu.

"Kalau sebesar itu terus terang, dengan 14 bandara yang dikelola Angkasa Pura II kebutuhannya luar biasa. Saat ini pihaknya mengalami keterbatasan anggaran dalam mengembangkan bandara," ucapnya.

Dia menjelaskan, belum lama ini AP II mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 4 triliun untuk membangun runway 3 Bandara Soekarno-Hatta.

"Itu hanya untuk runway saja. Sebentar lagi Sibolga, sehingga mau nggak mau kita butuh mitra strategis. Kebetulan Bandara Kualanamu punya potensi strategis," ujarnya.

Arif menambahkan, selain biaya investasi yang tinggi, pihaknya ingin mitra yang mengembangkan Bandara Kualanamu memiliki jaringan yang kuat dan mampu membuat kualanamu sebagai hub internasional. Apalagi, tahun 2040 Indonesia menjadi negara yang memiliki potensi luar biasa, sehingga kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan baik.

"Itu mengapa swastanisasi bandara menjadi diskusi. Tetapi kami ini hanya menyampaikan saja, semua keputusan itu ada di pusat. Tapi kalau ditanya mengenai keluhan kami, ya itu. Kami butuh jaringan dan investasi yang kuat," jelasnya.

Arif memaparkan, dari sisi potensi, Bandara Kualanamu memiliki tingkat daya tarik tinggi bagi investor dibanding Bandara Changi Singapura.

Sebab, selain lokasi yang strategis, Kualanamu memiliki wilayah udara dan daratan yang luas sehingga berpotensi sebagai hub internasional dan aerotropolis (airport city) atau kota bandara.

Dia mengatakan untuk menjadi simpul ekonomi yang tinggi dengan konsep aerotropolis, yakni dengan menata tata ruang dengan produk yang cocok untuk meningkatkan daya ekonomi melalui bandar udara. (OL-6)

Komentar