Megapolitan

Semua Kasus Pelecehan di KRL Mandek

Sabtu, 10 February 2018 01:31 WIB Penulis: Aya/J-3

MI/Sumaryanto Bronto

PADA 2017 PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat terdapat 12 kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam gerbong KRL maupun stasiun. Hingga pekan pertama Februari 2018, sudah dua kasus pelecehan seksual terjadi. Sayangnya, seluruh kasus tersebut tidak ada yang diproses hukum. Sebabnya, korban malu melapor kepada pihak berwajib.

"Proses hukum mandek karena keengganan korban melanjutkan laporan kasus sesuai prosedur aparat penegak hukum. Kami harapkan korban tidak sungkan-sungkan melapor ke pihak berwajib," ujar Vice President Corporate Communications PT KCI, Eva Chairunisa, kemarin.

Sebagai bentuk edukasi dan sosialisasi, PT KCI bersama sejumlah komunitas perempuan melakukan kampanye melawan pelecehan seksual di transportasi publik.

Mereka memberikan pemahaman kepada pengguna KRL agar mengerti bentuk-bentuk pelecehan seksual dan bagaimana upaya pencegahannya, termasuk cara membantu diri atau orang lain yang menjadi korban pelecehan.

"Informasi dari kegiatan ini kami yakin dapat lebih memberdayakan sesama pengguna KRL. Mereka semakin peka terhadap bahaya pelecehan seksual saat menggunakan transportasi publik. Dengan kewaspadaan dan kepedulian bersama dari pengguna yang telah memiliki pengetahuan, kami harapkan dapat mencegah dan mengurangi kemungkinan terjadinya pelecehan," jelas Eva.

Dalam kegiatan ini, pengguna KRL maupun masyarakat luas dapat menandatangani petisi daring untuk mendorong pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual melalui http://chn.ge/2DS8p1f.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dua kali setiap bulan. Rencananya, kampanye ini berlangsung hingga April. Kawasan yang mendapat edukasi tersebut khusus di stasiun-stasiun KRL dengan jumlah pengguna terbanyak.

Komentar