Ekonomi

OJK masih Selidiki Minna Padi

Sabtu, 10 February 2018 05:31 WIB Penulis: Try/E-3

ANTARA/Rosa Panggabean

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) masih menyelidiki batalnya proses akuisisi PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) terhadap PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, termasuk pula dugaan adanya insider trading di dalam saham PADI.

Sebelumnya, PADI batal menjadi pembeli siaga (stand by buyer) PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Pasalnya conditional share subcription agreement (CSSA) atau perjanjian jual beli bersyarat antara Minna Padi dan Bank Muamalat yang berakhir pada 31 Desember 2017.

Menurut Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi, perjanjian jual beli bersyarat (CSSA) termasuk di dalamnya batas waktu 31 Desember 2017 ialah perjanjian di antara parapihak, yang harus dipenuhi sebelum akuisisi.

"Pada akhir 2017, PADI menyampaikan rencana transaksi material berupa investasi ke Muamalat. Namun, ada beberapa dokumen yang diminta OJK tidak dipenuhi," ujar Fakhri kepada Media Indonesia, kemarin.

Fakhri melanjutkan pada awal Januari 2018, PADI kembali menjadwalkan rencana rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada 7 Februari 2018, setelah pada November 2017 RUPSLB batal.

Seperti diketahui pada RUPSLB yang digelar 7 Februari 2018, PADI menyepakati penambahan modal lewat HMETD atau rights issue. Rights issue itu ialah izin prinsip yang didapatkan untuk melakukan investasi, dan juga salah satunya untuk meningkatkan modal kerja dari perseroan."Yang belum dipenuhi PADI ini ialah dokumen terkait dengan keterbukaan informasi atas transaksi tersebut," kata Fakhri.

Terkait dengan pemeriksaan OJK atas dugaan adanya insider trading dalam saham PADI, ia belum bisa menjabarkan secara detail. "Untuk ini masih dalam proses. (Yang diteliti) transaksinya. Nanti kalau ada perkembangan baru kami share ke rekan media," katanya.

Sementara itu, Direktur Minna Padi Harry Danardojo, Rabu (7/2), menyatakan proses pembelian saham perusahaan perbankan cukup rumit dan memakan waktu lama. "Karena (ada) struktur yang belum disepakati. Ini kita bicara OJK sebagai pengawas pasar modal dan perbankan juga," pungkasnya.

Komentar