Nusantara

TNI AL Amankan Kapal Penyelundup 1 Ton Sabu di Selat Phillip

Jum'at, 9 February 2018 22:44 WIB Penulis: Hendri Kremer

Ist

TNI AL menangkap kapal penyelundup Sunrise Glory berbendera ganda yang diduga menyelundupan narkoba sekitar 1 ton. Aksi penyelundupan dapat dideteksi setelah kapal patroli TNI AL KRI Sigurot 864 di bawah komando Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmabar mencurigai pergerakan kapal itu.

Kapal tersebut diduga menggunakan dokumen palsu dan selalu ganti bendera sesuai negara yang dilewatinya.

Komandan KRI Sigurot bernomor lambung 864, Mayor TNI Arizzona, mengatakan, penangkapan kapal ini sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (7/2), di Perairan Selat Phillip perbatasan antara Singapura dan Batam.

Dia menuturkan, penangkapan berawal saat KRI Sigurot-864 sedang patroli di perairan Selat Singapura. Petugas kemudian mendeteksi adanya kapal nelayan berbendera Singapura melintas di luar jalur pelayaran dan memasuki wilayah perairan Indonesia.

"Jelas curiga. Latar belakang itu membuat kami penasaran dan langsung melakukan pengejaran dan langsung kami lakukan penangkapan dan penyelidikan (jarkaplid) serta peran pemeriksaan, terhadap nakhoda dan kru kapalnya," katanya di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (9/2).

Selama proses pemeriksaan awal, ditemukan MV Sunrise Glory merupakan kapal ikan yang mengibarkan bendera Singapura dengan empat orang ABK berkewarganegaraan Taiwan. Kapal Sunrise Glory seharusnya berbendera Indonesia, karena seluruh dokumen kapal berasal dari Indonesia.

Informasi dari nakhoda, kapal tersebut berlayar dari Malaysia menuju Taiwan. Namun setelah dicocokkan dengan dokumen port clearance, kapal tersebut berlayar dari Malaysia menuju Thailand.

Seluruh dokumen palsu dan hal itu telah dilakukan konfirmasi ke beberapa instansi terkait. Kapal ini juga diduga Phantom Ship karena berbendera ganda. Kapal diduga memiliki nama Sun De Man 66. Itu artinya, kemungkinan kapal memiliki beberapa nama, serta diduga pernah menjadi Target Operasi (TO) karena membawa narkoba atau barang selundupan.

Tak hanya itu, setelah dilakukan pemeriksaan detail, tak satupun ikan hasil tangkapan yang ditemukan. Bahkan alat tangkap ikan juga tidak ada. Akan tetapi, dia tidak menceritakan detail narkoba menunggu ekspose yang dilakukan pada Sabtu (10/2) besok. (OL-2)

Komentar