Olahraga

Coaching Clinic Djarum di NTB Disambut Antusias

Sabtu, 10 February 2018 02:16 WIB Penulis: YR/R-4

MI/Yusuf Riaman

SEBANYAK 250 pebulu tangkis muda mengikuti kegiatan Djarum Badminton All Star & Coaching Clinic Mataram yang berlangsung selama dua hari di Gelanggang Olahraga (GOR) Turide, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemarin hingga hari ini.

"Ini merupakan ajang untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan bermain bulu tangkis yang diikuti para atlet muda, pelatih dari klub-klub di Mataram, dan sekitarnya serta melibatkan legenda pebulu tangkis dari PB Djarum," Direktur Prog-ram Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin di Mataram, kemarin.

Kegiatan Djarum Badminton All Star & Coaching Clinic Mataram dibuka dengan sesi pelatihan yang meliputi materi teknik dasar bermain bulu tangkis dan pola pelatihan fisik.

Kegiatan tersebut juga di-gelar secara terbuka bagi masyarakat umum dan tidak dipungut biaya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut para bintang dan legenda Indonesia.

Mereka yang hadir di antaranya Lius Pongoh, Meiliana Jauhari, Sigit Budiarto, Luluk Hadianto, Alven Yulianto, Tri Kusharjanto, Harianto Arbi, dan Eddy Hartono.

Selain itu, para atlet bulu tangkis PB Djarum yang menjadi pemain pelatnas di antaranya Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad turut berbagi pengalaman kepada para pemain dan pelatih se-tempat.

Materi tentang pelatihan fisik bagi atlet bulu tangkis langsung diberikan pelatih fisik PB Djarum Reny Ardhianingrum. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari para pebulu tangkis dan pelatih.

Untuk kegiatan coaching clinic pada hari ini, para peserta yang berasal dari be-lasan klub dibagi menjadi kelompok umur usia di bawah 13 tahun dan pemain usia di atas 13 tahun,

"Kami sangat percaya untuk melahirkan atlet dunia perlu usaha yang ulet bukan hanya dari para atlet yang harus berlatih keras tapi juga pengetahuan yang dimiliki para pelatihnya," kata Yoppy.

Kegiatan di GOR Turide Mataram itu juga diisi laga ekshibisi ganda campuran Tantowi/Liliyana melawan juara Asian Junior Championship 2017, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Komentar