Nusantara

Lahan tidak Produktif karena Alat Terbatas

Sabtu, 10 February 2018 04:16 WIB Penulis: BN/JS/N-4

MI/Bagus Suryo

JUMLAH bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang terbatas menghambat gerak petani dalam memacu produktivitas lahan mereka. Fenomena itu pun dialami para petani di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Akibatnya, tidak sedikit petani memilih kembali mengolah lahan dengan cara tradisional.

Kepala Seksi Pupuk, Pestisida, dan Alsintan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Pemkab Malang, Suwaji, mengiyakan hal itu. "Alsintan masih kurang banyak, apalagi umur ekonomisnya hanya lima tahun," kata Suwaji, kemarin.

Ia mengatakan, saat ini banyak petani yang masih harus antre menggunakan alsintan di kelompok tani. Pengolahan lahan untuk memulai masa tanam pun menjadi kurang serempak.

Kalaupun mereka terpaksa mengolah lahan menggunakan tenaga manusia, sambungnya, mencari buruh tani semakin sulit dan berbiaya mahal.

Sebagai gambaran, pengolahan lahan seluas 1 ha menggunakan satu unit alsintan jenis traktor rotary, hanya membutuhkan waktu 4 hari.

Sementara itu, pengolahan lahan menggunakan tenaga manusia dan hewan bisa lebih lama mencapai 7-10 hari per ha lahan.

Area tanam padi di Kabupaten Malang tercatat seluas 45.888 hektare dengan potensi 1.500 kelompok tani di 33 kecamatan.

Area tanam padi itu merupakan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Namun, di lapangan, luas tanam selama 2017 mencapai 71.172 ha. Selama 2017, lanjutnya, bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian sebanyak 560 unit.

Sementara itu, hibah yang disalurkan ke kelompok tani atau gabungan kelompok tani bersumber dari APBD, Rp1,460 miliar, sebanyak 83 unit.

Dengan begitu, total bantuan alsintan selama 2017 sebanyak 643 unit mulai mesin pengolah tanah, pompa air, peralatan tanam padi, mesin perontok padi, hingga alat pengendalian hama.

Secara detail, penyaluran bantuan itu berupa 106 unit traktor rotary, 71 mesin penanam benih padi, 135 pompa air, 137 traktor impala, 79 cultivator, 24 mesin perontok padi, dan 91 alat penyemprot hama.

Komentar