Polkam dan HAM

Auditor BPK Dituntut 15 Tahun Penjara

Selasa, 13 February 2018 12:14 WIB Penulis: Ric/Ant/P-2

Auditor Utama Keuangan Negara III BPK Rochmadi Saptogiri -- ANTARA FOTO/Reno Esnir

AUDITOR Utama Keuangan Negara III BPK Rochmadi Saptogiri dituntut 15 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan dan kewajiban membayar uang pengganti Rp200 juta karena terbukti menerima suap, gratifikasi, dan melakukan tindak pidana pencucian uang.

Rochmadi terbukti menerima suap Rp240 juta dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), menerima gratifikasi senilai Rp600 juta dan US$90 ribu atau setara Rp1,725 miliar, tindak pidana pencucian uang aktif senilai Rp1,725 juta, dan tindak pidana pencucian uang pasif senilai Rp700 juta.

"Agar majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi pada PN Jakarta Pusat memutuskan untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa Rochmadi Saptogiri dengan pidana penjara selama 15 tahun ditambah pidana denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan," kata jaksa penuntut umum KPK, Haerudin, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kemarin.

Di dakwaan pertama Rochmadi disebut menerima suap Rp240 juta dari Inspektur Jenderal Kemendes PDTT Sugito dengan perantaraan Kabag Tata Usaha dan Keuangan pada Itjen Kemendes PDTT Jarot Budi Prabowo agar Kemendes PDTT mendapat opini wajar tanpa pengecuali-an (WTP) terhadap laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Kemendes PDTT tahun anggaran 2016.

Dalam dakwaan kedua Rochmadi terbukti menerima uang Rp600 plus US$90 ribu yang seluruhnya senilai Rp1,723 miliar dan digunakan untuk pembayaran sebidang tanah seluas 329 meter persegi di Kebayoran Essence Blok KE No I-15 Bintaro Tangerang.

Untuk dakwaan ketiga, Rochmadi terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dengan membeli satu bidang tanah seluas 329 meter persegi di Kebayoran Essence blok KE No I-15 Bintaro, Tangerang Selatan, seharga Rp3,5 miliar pada Desember 2014 atau Januari 2015.(Ric/Ant/P-2)

Komentar