Ekonomi

KEK Arun Bertarung dengan KEK Malaysia

Selasa, 13 February 2018 12:30 WIB Penulis: Tesa Oktiana Surbakti

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution---ANTARA

PEMERINTAH mengandalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe untuk berta-rung dengan KEK milik negara lainnya di Selat Malaka untuk menarik investasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pengelola KEK Arun harus berperan aktif memancing masuknya investor. Apalagi negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura semakin gencar mengembangkan kawasan ekonomi di sepanjang Selat Malaka. Beberapa KEK milik negara lain misalnya PSA Singapore, Iskandar (IRDA), Port Klang, Port Carey, dan Port Pelepas.

Upaya menarik investor dilakukan melalui kemudahan pelayanan hingga percepatan perizinan.

“Yang perlu dicermati betul, banyak KEK di sepanjang Selat Malaka. Malaysia dan Singapura itu saingan kita. Jadi KEK yang kita kelola harus bisa lebih menarik supaya investor datang. Menarik dalam layanan administrasi, pemberian izin, dan pelayanan dari badan usaha pengelola,” ujar Darmin di Jakarta, kemarin.

KEK Arun, lanjut Darmin, merupakan salah satu KEK yang cukup cepat pengembangannya karena tidak memiliki permasalahan dalam pembebasan lahan. Karena itu, KEK Arun akan lebih cepat bisa operasional jika dibandingkan dengan KEK lain yang masih terkendala pembebasan lahan.

“KEK Arun Lhokseumawe beruntung karena lahannya dari awal sudah beres. Ini adalah lahan negara yang kemudian dimasukkan untuk dikembangkan menjadi KEK. Karena setelah kita pelajari, kalau persoalan lahan belum selesai, prosesnya akan bertele-tele. Makanya syarat KEK itu lahannya harus jelas dulu,” katanya.

Gubernur Provinsi Aceh ­Irwandi Yusuf memastikan dukungan dari pemerintah daerah untuk mengembangkan KEK Arun Lhokseumawe yang mencakup bidang pengolahan minyak dan gas (migas), logistik, juga agroindustri.

Meskipun demikian, Yusuf menuturkan diperlukan percepatan penyelesaian rencana bisnis KEK Arun Lhokseumawe oleh konsultan internasional sehingga investor lebih tertarik.

Penandatangan kerja sama
Kemarin dilakukan penandatangan investasi di KEK Arun Lhokseumawe meliputi pertama, PT Pelindo I dengan PT Aceh Makmur Bersama mencakup pembangunan tangki timbun minyak sawit mentah yang ditargetkan beroperasi pada Mei 2018.

Kedua, PT Pelindo I dan PT ­Sinergi Tangguh Alam Raya (PT STAR) untuk kerja sama di bidang usaha kayu lapis (plywood) dengan target pembangunan pada Juni 2018.

Ketiga, kerja sama PT Pelindo I dengan PT East Continent Gas Indonesia berupa penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan bidang usaha pressurized elpiji dan pabrik pembotolan (bottling).

Keempat, PT Pelindo I dengan PT Prosperity Building Material berupa penanaman modal asing yang akan melakukan usaha di bidang logistik pengantongan semen.

Selain penandatangan kerja sama investasi, juga dilakukan perjanjian kerja sama kegiatan operasional barang milik negara berupa aktiva kilang LNG Arun antara Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan PT Patriot Nusantara Aceh (Patna) sebagai pihak pengelola KEK Arun. (E-1)

Komentar