Ekonomi

Beras Impor yang Telat Tidak akan Dibayar

Selasa, 13 February 2018 14:53 WIB Penulis: Andhika Prasetyo

ANTARA/Kornelis Kaha

PERUSAHAAN Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) optimis semua beras impor yang datang dari Vietnam, Thailand dan India dengan total keseluruhan 281 ribu ton dapat masuk ke wilayah Indonesia sebelum 28 Februari mendatang.

Pasalnya, jika tidak, para eksportir yang gagal mengirimkan komoditas pangan pokok itu tepat waktu akan terkena sanksi berupa pembatalan pembayaran atas barang yang datang melewati batas waktu yang ditentukan.

"Eksportir yang tertahan barangnya akan unpaid. Risiko ada di mereka," ujar Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi kepada Media Indonesia, Selasa (13/2).

Di sisi lain, Bulog sebagai operator yang melakukan impor tidak akan mendapatkan hukuman dari pemerintah jika penugasan importasi beras tidak terealisasi sepenuhnya.

Hingga Selasa (13/2), berdasarkan data Bulog, total beras impor yang telah memasuki perairan Indonesia tercatat sebanyak 57.000 ton dengan menggunakan tiga kapal. Kapal pertama yang membawa 10.000 ton beras telah bersandar di Pelabuhan Tenau, Nusa Tenggara Timur, dan telah dibongkar muat.

Adapun, dua kapal lainnya yang membawa 41.000 dan 6.000 ton masing-masing telah memasuki Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan Merak, Banten. Keduanya tengah dalam proses antrean.

"Yang sudah masuk semua berasal dari Vietnam. Beras dari Vietnam semua sudah berangkat. Dari Thailand sudah sebagian. Kami optimis beras yang datang dari Asia Tenggara bisa masuk tepat waktu," ucapnya.

Tiga kapal lainnya yang membawa 44.750 ton diprediksi akan kembali masuk ke Indonesia dengan rincian 20.000 ton masuk melalui Tanjung Perak, Jawa Timur, 20.000 ton di Pelabuhan Panjang, Lampung dan 4.750 ton di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali. (OL-6)

Komentar