Nusantara

Datangi Kampus Unsrat, KPK Hanya Klarifikasi Temuan BPK

Selasa, 13 February 2018 16:35 WIB Penulis: Voucke Lontaan

MI/ROMMY PUJIANTO

KEDATANGAN Tim Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) ke Gedung Rektorat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mengundang perhatian publik. Bukan dalam rangka operasintangkap tangan (OTT), Tim KPK ternyata hanya ingin melakukan klarifikasi pengaduan masyarakat terkait hasil temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) 2015.

"Hanya melakukan klarifikasi pengaduan masyarakat terkait dengan hasil pemeriksaan BPK di 2015," kata Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado, Prof Ellen Kumaat melalui pesan SMS ketika dikonfirmasi, Selasa (13/2).

Namun Ellen enggan merinci hasil temuan BPK yang diadukan masyarakat tersebut.

Juru bicara Universitas Sam Ratulangi Manado, Hesky Kolibu saat dihubungi terpisah menjelaskan, yang diklarifikasi petugas KPK menyangkut tugas pokok dan fungsi yang dilakukan aparatur pemerintah di Universitas Sam Ratulangi Manado.

"Hasil temuan BPK itu berupa sejumlah kegiatan yang dilakukan Unsrat menyangkut pembayaran honor kepanitiaan dan modul yang dinilai tidak sesuai dengan tupoksi," ujarnya.

Hesky mengaku tidak mengetahui jumlah kerugian uang negara terkait dengan temuan BPK. Disentil kedatangan KPK juga terkait laporan masyarakat ke Polda Sulut tentang dugaan korupsi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsrat berbandrol Rp18 miliar, Hesky menepis informasi itu.

"Kedatangan KPK tidak ada kaitan dengan hal itu, tidak ada hubungannya dengan pekerjaan fisik di Unsrat. Hanya klarifikasi kegiatan serimonial dan pembayaran honor panitia kegiatan saja. Cuma itu saja," tegas Hesky. (X-12)

Komentar