Ekonomi

Mendag Minta Bantuan Dubes Tingkatkan Ekspor

Selasa, 13 February 2018 20:33 WIB Penulis: Erandhi Hutomo Saputra

MI/Susanto

MENJALANKAN perintah Presiden Jokowi untuk membuat Indonesia terdepan dalam segi ekspor di kawasan ASEAN, membuat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bergerak cepat.

Enggar, demikian dia disapa, meminta bantuan para duta besar Indonesia di negara-negara sahabat untuk mempromosikan berbagai produk Indonesia agar target pertumbuhan ekspor Indonesia sebesar 11% bisa tercapai.

Untuk diketahui target tersebut naik dari sebelumnya sebesar 5%-7%. Revisi itu dilakukan setelah melihat realisasi ekspor pada 2017, yang melonjak 16,2% meski target tahun lalu hanya 5,6%.

"Dari sisi pertumbuhan 2017 dan surlpus kita yang tertinggi. Tapi dibandingkan negara-negara ASEAN kita ini rendah. Untuk itu hasil kajiannya kita sampaikan bahwa bagaimana pasar itu memilih ke yang tarifnya lebih murah. Dengan demikian kita minta bantuan untuk mempercepat karena diplomasi dan negosiasi itu diperlukan sekali," ujar Enggar seusai rapat kerja (Raker) Kepala Perwakilan RI Kementerian Luar Negeri 2018 di Gedung Kemenlu Jakarta, Selasa (13/2).

Diketahui Presiden Jokowi sempat mengeluhkan nilai ekspor Indonesia pada 2017 yang hanya mencapai US$145 miliar, masih kalah dengan Thailand yang mencapai US$231 miliar, Malaysia US$184 miliar, dan Vietnam US$160 miliar.

Secara umum, Enggar mengatakan dalam pertemuan dengan para dubes tersebut ia menyampaikan empat hal. Pertama, ia meminta para dubes untuk membantu menindaklanjuti perjanjian Free Trade Aggreement (FTA) di luar 10 negara yang menjadi target. Kedua ia meminta para dubes untuk mengantisipasi isu-isu perdagangan.

"Ketiga, ada hal-hal lain yang diperlukan untuk meningkatkan ekspor kita dan keempat saya berikan informasi mengenai komoditi apa saja, dari sisi makro bagaimana kinerja ekonomi khususnya di perdagangan," ungkapnya.

"Menlu (Menteri Luar Negeri Retno Marsudi) sudah menyampaikan bahwa para dubes ini akan bantu sepenuhnya, dan saya merasakan sendiri dukungan itu," ucapnya.

Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan dalam pertemuan tersebut ia menjelaskan mengenai perkembangan dari industri mengenai investasi, rencana pertumbuhan Industr, kawasan industri, dan roadmap industri 4.0.

Saat ini, lanjut Enggar, ekspor dari industri pengolahan sudah merupakan yang mayoritas pada ekspor tahun lalu. Sehingga ekspor Indonesia sudah tidak lagi berbasis komoditas.

"Ekspornya sekarang 74% dari industri pengolahan jadi kita 74% bukan komoditas lagi, yang 24% batu bara," ungkapnya.

Untuk itu, ke depan dengan bantuan para dubes diyakini akan semakin meningkatkan peran industri pengolahan khususnya di bidang permesinan dan logam.

"Bahkan tadi dari (Dubes) Rusia mengatakan industri permesinan utk makanan dan minuman juga masuk ke pasar Rusia," pungkasnya. (OL-4)

Komentar