Nusantara

Kolam Air Atasi Banjir Bandung

Rabu, 14 February 2018 02:15 WIB Penulis: Bayu Anggoro

MI/BAYU ANGGORO

UNTUK mencegah banjir di ibu kota Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung meresmikan penggunaan basement air di kawasan Pagarasih. Basement air ini berupa kolam penampungan. Apabila hujan deras terjadi, tumpah­an air dari sungai tidak meluap ke jalan.
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengatakan pembuatan basement air ini merupakan upaya dalam mengatasi banjir di Pagarasih. Kolam penampungan sepanjang 220 meter itu diharapkan mampu mengurangi, bahkan bisa menghilang­kan luapan air ke badan jalan. “Kita membuat basement air selebar sungai yang ada. Harapannya volume air yang dua kali lipat saat hujan bisa ditampung,” kata Emil di sela-sela peresmian basement air Pagarasih di Bandung, Selasa (13/2).

Dia mengatakan, luapan sungai penyebab banjir di Kota Bandung disebabkan curah hujan tinggi di kawasan utara. Sebagai daerah cekungan, Kota Bandung diserbu air saat hujan deras turun. “Jadi, banjir di Kota Bandung ini bukan akibat curah hujan lokal. Kalau hujan deras di utara, langsung melompat volumenya,” jelasnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Ban­dung Arief Prasetya, yang ikut mendampingi Emil, mengatakan pembangunan kolam penampungan Pagarasih ini memakan biaya Rp11 miliar dari APBD Kota Bandung.
Pemkot Bandung juga akan menormalisasi Sungai Citepus. Pelebaran akan dilakukan dari 30 meter menjadi 40 meter. “Volume air tidak kita ketahui terutama saat hujan deras, tapi kita akan cegah,” tegasnya.

Longsor
Masih terkait dengan bencana, dari Jawa Timur, jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo di Kecamatan Tutur (Nongkojajar), Kabupaten Pasuruan, longsor, kemarin. Titik longsor itu merupakan jalur yang sehari-hari menjadi lalu lintas warga dalam berkendaraan, yakni Jalan Raya Purwodadi-Tutur KM 84 di Desa Wonosari Nongkojajar. Sementara itu, di Jawa Tengah, tujuh alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan provinsi di Banjarnegara yang diterjang longsor. Hingga kemarin pembersihan baru mencapai separuh dan akan terus dikebut.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Arif Rahman, mengatakan tujuh alat berat sudah dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan provinsi penghubung antara Kota Banjarnegara menuju Karangkobar.
Di Brebes, sejumlah titik masih terendam banjir. Ratusan pengungsi masih bertahan di tempat pengungsian Gedung DPRD Brebes. Sejumlah titik yang masih direndam banjir, yakni Desa Gandasuli, Desa Krasak, Kampung Kotabaru, dan Limbangan. Ketiganya masuk wilayah Kelurahan Brebes, Kecamatan Brebes.

Staf Sekretaris DPR-D Brebes, Ziza Tritura, menyebut jumlah pengungsi yang masih bertahan di Gedung DPRD sekitar 300 orang. “Umumnya warga Desa Gandasuli dan Desa Krasak dan sebagian lagi warga Kampung Kotabaru dan Limbangan,” jelasnya.
Di bagian lain, Gunung Agung kembali erupsi pascapenurunan status dari Awas (Level IV) menjadi Siaga (Level III). Erupsi terjadi kemarin pukul 11.49 Wita, dengan tinggi kolom asap dan abu sekitar 1.500 meter di atas puncak.
Erupsi berlangsung 140 detik dan tidak ada susulan. Hingga kini zona berbahaya masih di radius 4 km dari puncak kawah. (AB/LD/JI/OL/AU/N-3)

Komentar