Polkam dan HAM

Kunjungi KSP, Panglima TNI Diskusi Keadaan Terkini

Selasa, 13 February 2018 22:41 WIB Penulis:

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

DALAM tradisi militer dikenal adanya hubungan silaturahmi antara senior dan junior. Konteks inilah yang diadopsi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengunjungi Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, sangatlah bermakna. Pertemuan ini meneruskan tradisi baik dalam tubuh TNI, yakni silaturahmi antara senior dan yunior.

Ini merupakan kunjungan pertama Panglima TNI ke seniornya. Selain menjaga hubungan baik, saling hormat, serta hubungan antar lembaga, dalam hal ini Kantor Staf Presiden dan TNI. Pertemuan berlangsung dengan hangat mendiskusikan keadaan terkini untuk menjamin tetap terjaganya situasi yang kondusif di tengah masyarakat.

Moeldoko memberi catatan penting kepada Panglima TNI untuk menjaga profesionalitas institusi TNI.

"Pertama profesionalitas, yang kedua memperkuat integritas, baik yang keluar maupun ke dalam, ketiga netralitas," ujar Moeldoko dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/2).

Menurutnya, Marsekal Hadi akan memimpin TNI di masa industrialisasi gelombang keempat yang sangat luar biasa. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Hadi mengingat Indonesia tak memiliki dukungan alutsista yang mumpuni.

Sementara militer negara-negara lain telah melengkapi diri dengan alutsista yang serba otomatis dalam merespons kondisi ini.

"Panglima Hadi harus siap dengan ancaman dari luar. Ancaman dari dalam, situasi politik demokrasi, saya kira hal yang biasalah," ujar mantan Panglima TNI ini.

Sementara menjelang Pemilihan Presiden 2019, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu menyarankan Hadi, untuk memberi penyataan sikap yang tegas bahwa TNI tidak bisa dipengaruhi dan tidak mau dipengaruhi oleh siapapun.

"TNI harus bisa menjaga netralitas selama pemilu. Kalau itu nanti bisa dijalankan dengan baik, maka Pak Hadi akan bisa menghadapi tahun politik," harapnya. (OL-4)

Komentar