Megapolitan

Proyek Strategis Pemerintah-Swasta Berlanjut

Rabu, 14 February 2018 09:10 WIB Penulis: Tes/X-3

Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas/L-1/Grafis: CAKSONO

PEMERINTAH memutuskan tetap melanjutkan proyek strategis nasional (PSN) yang digarap bersama pihak swasta. Sebaliknya, proyek-proyek yang murni dikerjakan pemerintah berpotensi dikeluarkan dari daftar PSN tersebut.

Demikian penegasan Menko Perekonomian Darmin Nasution kepada Media Indonesia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin.

Menurut Darmin, pemerintah tidak mungkin menyetop proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Apalagi ketika sudah terjadi tanda tangan kontrak walaupun belum sampai pada tahap pengerjaan fisik.

"Ada beberapa bidang, terutama listrik, bisa juga infrastruktur sudah teken kontrak dengan swasta. Saya maksud belum ada pembangunan fisik sampai 2019. Proyek yang bisa didrop itu yang (dikerjakan) pemerintah. Kalau yang (dikerjakan bersama) swasta, yang sudah ada tanda tangan, tidak (akan) didrop," kata Darmin.

Upaya itu dilakukan, lanjut Darmin, untuk menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo yang meminta evaluasi terhadap sejumlah PSN yang cenderung jalan di tempat.

"Saya minta Menko Perekonomian mengevaluasi proyek yang bisa dieksekusi, mana yang tidak," cetus Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara (Media Indonesia, 13/2).

Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 telah menetapkan 245 PSN yang ditargetkan rampung pada 2019 (lihat infografis).

Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo menyatakan pihaknya kini masih melakukan evaluasi, termasuk menginventarisasi status perkembangan setiap proyek. Dalam waktu dua pekan, Kemenko Perekonomian harus melaporkan hasil evaluasi tersebut kepada Presiden.

"Kami sedang melakukan evaluasi. Untuk kriteria nanti dibahas. Kami baru tahap inventarisasi status setiap proyek. Pak Menko Darmin harus melapor kepada Presiden sekitar dua minggu lagi," ujar Wahyu melalui pesan singkat.

Ratusan proyek strategis tersebut meliputi 15 sektor dengan total investasi mencapai Rp4.197 triliun. Darmin mengakui belum dapat menjabarkan lebih detail jumlah proyek yang berpotensi dikeluarkan dari daftar PSN.

"Intinya, kami harus buat kriteria dulu. Sekarang ada 245 proyek, yang dipertimbangkan ialah proyek yang fisiknya enggak akan mulai sampai 2019," tandas Darmin.(Tes/X-3)

Komentar