Polkam dan HAM

JK Dukung Jokowi Gandeng Kaum Muda

Rabu, 14 February 2018 09:36 WIB Penulis: Deo/Ant/P-4

Mi/Agus Mulyawan

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menutup peluang untuk kembali mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Pemilu Presiden 2019. Ia mempertimbangkan faktor usia yang kini sudah menginjak angka 75 tahun.

"Ya kan saya sudah katakan, saya ini mempertimbangkan juga dari segi umur, biar yang muda-muda," kata Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.

Pada Pemilu Presiden 2019 mendatang, JK memprediksi Jokowi akan kembali maju sebagai calon presiden mengingat usia mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang masih muda.

Kalla pun mengatakan pihaknya siap mendukung Jokowi dalam Pemilu 2019.

"Pak Jokowi kan masih muda jika dibandingkan dengan saya, ya otomatis beliau akan maju. Ya tentu kita mendukung beliau. Bagaimana caranya? Nanti kita lihat," tambah Kalla.

Ia lalu membeberkan dua kriteria untuk menjadi calon wakil presiden. Pertama, menurut Jusuf Kalla, tokoh yang disiapkan harus memiliki kekuatan dukungan dan politis untuk membantu elektabilitas Joko Widodo.

"Kedua, tokoh tersebut harus memiliki kemampuan dan kapabilitas untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, mulai dari persoalan ekonomi, sosial, dan politik," lanjut JK.

Meskipun tidak akan maju lagi dalam Pilpres 2019, JK mengaku belum memiliki nama yang akan direkomendasikan kepada Jokowi untuk dijadikan calon pendamping.

"Belum (ada nama). Mesti dua hal itu harus memenuhi syarat, dan di samping itu juga tentu yang bisa memperluas jangkauan keterpilihan. Mungkin you punya saran, itu boleh saja," kata Kalla.

Sebelumnya, beredar tulisan wartawan senior John McBeth yang mengulas bahwa nama Jusuf Kalla berpeluang untuk kembali digandeng Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

McBeth, yang mengklaim telah menghabiskan 11 tahun kariernya menulis mengenai politik Asia Tenggara termasuk Indonesia, mengaku mendapatkan konfirmasi dari sumber terdekat Jusuf Kalla bahwa tawaran sebagai calon wakil presiden itu pernah ada.

Jokowi diprediksi kesulitan memilih calon wakil presiden yang dapat membantu mengamankan pemilih tradisional muslim. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu dianggap sebagai sosok yang tepat karena dekat dengan umat Islam.

Jusuf Kalla sendiri pernah menjabat sebagai wapres selama satu periode di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004-2009.

Banyak pakar hukum tata negara yang tidak sependapat dengan McBeth. Kalla sudah dua kali masa jabatan menjadi wakil presiden.(Deo/Ant/P-4)

Komentar