Megapolitan

Penataan Kota Tua jelang Asian Games Dimatangkan

Rabu, 14 February 2018 17:51 WIB Penulis: Akmal Fauzi

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

KAWASAN Kota Tua akan dijadikan pusat perbelanjaan souvenir gelaran Asian Games 2018. Penataan pedagang kaki lima (PKL) akan segera dilakukan. Pedagang akan dipindahkan di suatu tempat yakni di lokasi binaan (lokbin) Jalan Cengkeh.

"Jadi di area kota tua. Khususnya di area vital seperti di seputaran museum Fatahillah bersih dari pedagang," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Norviadi S Husodo, Rabu (14/2).

Lokbin yang biasa disebut Taman Kota Intan itu mempunyai luas 1,2 hektare namun ia memperkirakan lokasi itu tidak bisa menampung semua PKL di kawasan Kota Tua. Menurut data sementara, sekitar seribu PKL mengais rezeki di tempat bersejarah tersebut. Kawasan dengan luas 1,2 hektare tersebut diprediksi hanya bisa menampung 40%-50% pedagang atau 400 hingg 500 pedagang.

"Oleh karena itu perlu adanya tempat lain. Agar pedagang tidak membeludak ke luar. Seperti di Jalan Kemukus di belakang BNI. Jadi pedangan kuliner dan souvernir bisa dipisah," ujarnya.

Penjualan produk pun menurutnya tidak sembarang dijual oleh pedagang. Hanya produk atau barang yang mempunyai ciri khas saja. Seperti gantungan kunci Museum Fatahillah, lalu miniatur-miniaturnya, dan kaos yang dengan desain yang menjadi ciri khas atau Icon Jakarta.

"Seperti kaos bertulis I Love Jakarta. Gambar monas atau destinasi wisata yang ada di Jakarta. Meskipun produk umum lainnya juga bisa dijual. Tapi jumlahnya tidak sebanyak dari produk yang telah ditentukan," ujarnya.

Alur masuk dan keluar para pengunjung akan diataur yakni masuk di sisi barat dan keluar pada sisi timur. Tujuannya, agar semua destinasi wisata di Kota Tua bisa didatangi oleh pengunjung. Mulai dari pusat kuliner, souvernir atau oleh-oleh dan spot untuk foto-foto.

Ia menambahkan, Asian Games menjadi momen yang dimanfaatkan memperkenalkan Kota Tua. Banyak masyarakat hanya mengetahui kawasan Kota Tua hanya museum Fatahillah saja. Ternyata tidak sampai disitu. Yakni Vihara Dharma Bakti, Pelabuhan Sunda Kelapa, Luar Batang, Pekojan, dan Glodok masih masuk kawasan Kota Tua.

Hanya saja, lanjut Norviadi, seluruh pengunjung belum bisa dengan mudah mendatangi lokasi tersebut. Sistem moda transportasi yang belum baik, menjadi salah satu faktor penyebabnya. Koordinasi kepada pihak Pemprov DKI Jakarta telah dilakukan. Dia berharap dalam waktu dekat semuanya bisa terealisasi.

"Mulai dari transportasi dan memperbaiki bagunan atau objek-objek wisata. Karena Asian Games merupakan momen yang tepat untuk mempromosikan kawasan kota tua di kancah internasional," jelasnya. (OL-6)

Komentar