Megapolitan

Pemprov DKI Abaikan Rekomendasi Ditlantas

Rabu, 14 February 2018 20:34 WIB Penulis: Nicky Aulia Widadio

MI/Rommy Pujianto

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengabaikani rekomendasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terkait pembukaan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang.

Rekomendasi tersebut tak bisa dipenuhi, karena Pemprov DKI beralasan konsep penataan ini akan tetap dilaksanakan hingga ada konsep yang bersifat permanen.

"(Penutupan jalan) tetap dilaksanakan," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko saat dihubungi di Jakarta, Rabu (14/2).

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra menyampaikan enam poin rekomendasinya terkait penataan kawasan Tanah Abang. Di antaranya meminta agar Pemprov DKI melibatkan kepolisian dalam perencanaan penataan.

Selain itu, agar pedagang kaki lima (PKL) ditempatkan di lokasi yang tidak melanggar aturan, dan Jalan Jatibaru Raya kembali dibuka seperti sedia kala.

Sigit menyebut rekomendasi tersebut belum bisa dipenuhi secara keseluruhan. Namun, ada sejumlah catatan yang akan dibicarakan Pemprov DKI lebih lanjut secara internal, seperti mempertimbangkan seperti pengaturan kawasan sekitar.

Namun, ia tidak akan menjabarkan lebih jauh soal poin-poin itu. Pemprov DKI akan menyampaikan jawaban tertulis menanggapi rekomendasi Dirlantas itu.

Alasan Sigit, model rekayasa lalu lintas saat ini merupakan bagian dari tahapan-tahapan untuk menata kawasan Tanah Abang secara menyeluruh, dan disesuaikan dengan karakteristiknya sebagai pusat perdagangan sekaligus area transit pengguna moda transportasi umum.

"Yang dibangun Pemprov DKI saat ini bersama stakeholder terkait bagaimana mengakomodasi dan memfasilitasi perpindahan antar moda, aktivitas yang beragam, tidak hanya sekadar transportasi, perdagangan dan sebagainya, ini hanyalah kebijakan transisi dan sementara saja," ucapnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji akan mengumumkan konsep penataan jangka menengah Tanah Abang setelah 20 Februari mendatang. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Sigit menjelaskan, salah satu rencana penataan jangka menengah ialah membangun sky bridge dari Stasiun Tanah Abang menuju Pasar Tanah Abang. Sementara rancangan menyeluruh (grand design) dari penataan seluruh kawasan Tanah Abang tengah dikerjakan.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menegaskan untuk penataan jangka pendek ini, pihaknya telah meminta Pemprov DKI mengevaluasi penutupan Jalan Jatibaru Raya.

Namun untuk penataan jangka menengah, dia mendorong agar Pemprov DKI segera membangun sky bridge untuk memfasilitasi para pengguna KRL dari Stasiun Tanah Abang ke area pasar.

"(Realiasasinya) nanti kita lihat Pemprov DKI siapnya kapan, sesegera mungkin," tutur Bambang. (OL-4)

Komentar