Olahraga

Melirik Petenis Meja Muda di Wartono Cup 2018

Rabu, 14 February 2018 22:58 WIB Penulis:

Ist

KEJUARAAN tenis meja nasional beregu antarklub, Wartono Cup 2018 di Kudus, Jawa Tengah, 16-18 Februari 2018 menjadi ajang pembinaan para atet muda.

Diharapkan, kejuaraan yang menyediakan hadiah total Rp70 juta tersebut bisa melahirkan bibit petenis muda berbakat. Kejuaraan terbagi menjadi tiga kategori, pemula (di bawah 12), kadet (di bawah 15) dan yunior (di bawah 18).

"Ini untuk pembinaan tenis meja kita. Kejuaraan ini sepenuhnya pembinaan pemain usia dengan adanya tiga kategori, pemula, kadet dan yunior," kata Koesrin, pengawas pertandingan di kejuaraan tersebut, Rabu (14/2).

Menurut Koesrin, berbeda dengan Sukun Cup yang pernah digelar di Semarang dan Yogyakarta yang mempertandingkan beregu putra/putri, Wartono Cup 2018 akan mempertandingan beregu campuran, seperti kejuaraan bulutangkis Piala Sudirman.

Setiap pertandingan akan menggelar lima nomor yaitu tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri serta ganda campuran.

"Klub-klub tertarik dengan sistem yang diterapkan karena baru pertama kali dilaksanakan. Kami juga tetap menunjukkan kepedulian membina pemain usia muda," jelas Koesrin.

Menurutnya, setiap pemain hanya boleh merangkap dua nomor saja. Tapi dia tidak boleh merangkap di nomor ganda campuran. "Dengan demikian, ganda campuran memiliki atlet sendiri dan tidak bisa bermain rangkap," jelasnya.

Ditambahkannya, setiap klub harus mengikuti semua kategori. Mereka tidak diperbolehkan hanya ikut di satu atau dua kategori saja.

"Jadi, hanya klub yang benar-benar melakukan pembinaan usia dini yang mengikutinya karena mereka pasti memiliki pemain berusia di bawah 12, 15 dan 18 tahun," papar Koesrin.

Pelatih PTM Sukuk Edie Pramuji menilai persaingan di kejuaraan kali ini akan sangat ketat. Dengan kekuatan yang merata, setiap tim memiliki peluang menjadi juara.

"Tapi klub seperti Ancol Barat sudah pasti diperhitungkan sebagai unggulan. Begitu pula Dwi Bengawan dan tentu saja Sukun," tukas Edie Pramuji. (RO/OL-4)

Komentar