Megapolitan

Pembungkus Kabel di Gorong-Gorong Bernilai Jutaan Rupiah

Kamis, 3 March 2016 17:35 WIB Penulis: Putri Anisa Yuliani

Antara/Rivan Awal Lingga

KULIT pembungkus kabel yang ditemukan di dalam gorong-gorong sekitar Istana Negara ternyata memiliki nilai jual. Jika dijual ke pengepul, nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Hal tersebut diungkapkan Humas PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang Raya (Disjaya), Mambang Hertadi. Dengan berseloroh, Hertadi mengatakan nilai sampah pembukus kabel yang dikumpulkan Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat bisa untuk naik haji.

Menurutnya, jenis pembungkus kabel yang ditemukan itu disebut armor yakni lapisan terluar pembungkus kabel fiber optik. "Itu bukannya benda yang tidak berharga. Karena sebenarnya pelapis tembaga kabel pun bisa dijual lagi. Itu amor ada nilainya, bisa dijual. Katanya kan 12 truk. Harganya saya kurang paham, tanya ke pengepul," kata Mambang ketika dihubungi, Kamis (3/3).

Dari hasil investigasi yang dilakukan PLN melalui hasil penyelidikan sampel kabel yang sudah diambil, Mambang menegaskan sampah bungkus kabel tersebut bukan dari PLN.

Diameter sampah kabel yang ditemukan berkisar 3 cm hingga 5 cm. Sementara Mambang menerangkan PLN menggunakan standar kabel dengan diameter antara 10 cm hingga 15cm.

Ada dua kemungkinan yang diduga Mambang terhadap ada sampah kabel di dalam gorong-gorong. Pertama orang yang membuang sampah kabel tidak memahami harga kabel sehingga membuangnya begitu saja untuk alasan tertentu. Kedua mengerti tentang nilai kabel tapi sengaja membuangnya di gorong-gorong.

"Kalau vendor utilitas tidak mungkin buang karena nilainya pasti dia tahu. Tapi kalau yang tidak tahu bisa saja memang buang disitu karena malas buang di tempat lain," terangnya.

Namun demikian, Mambang masih akan tetap melakukan investigasi lebih jauh sebab tidak menutup kemungkinan ada instalasi PLN lainnya yang menggunakan kabel dengan spesifikasi mirip dengan sampah kabel yang ditemukan.

"Nggak ada masalah dengan PLN. Jika memang terbukti vendor PLN yang melakukan, kita akan kasih sanksi mereka, akan kita blacklist," tuturnya. (OL-2)

Komentar