Inspirasi

Disebut Bodoh karena Telat Bisa Baca Tulis

Kamis, 19 May 2016 06:15 WIB Penulis: Wnd/M-5

MI/GALIH PRADIPTA

SIAPA sangka kehidupan Josh kecil memuat hal-hal sedih yang memicu perkembangannya hingga saat ini.

Tidak seperti kebanyakan murid sekolah dasar (SD) yang sudah pandai membaca dan menulis sejak duduk di kelas 1, Josh kecil justru tak mengantongi kemampuan tersebut hingga kelas 3 SD.

Akibatnya, kedua orangtua Josh dipanggil guru kelas.

Bahkan, sang ibu sempat disindir ketika datang ke sekolah sebagai 'ibu dari Josh yang bodoh'.

Ketika itu, Josh diminta untuk keluar dari sekolah lantaran dianggap tak mampu mengikuti pelajaran.

"Sepanjang jalan pulang dari sekolah, ibu saya menangis, enggak terima anaknya dibilang bodoh. Saya kasihan dan langsung bertekad untuk belajar lebih giat, enggak mau main. Sampai-sampai hanya tidur 2 jam setiap hari. Hasilnya, kelas 4 SD saya mendapat peringkat satu hingga seterusnya, hehehe.... Sudah menjadi kebiasaan sampai hari ini tidur hanya 2 jam," ujar profesor yang juga pernah mengembangkan radar bawah tanah bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Karena itu, Josh beranggapan tidak ada pribadi yang bodoh. Itu semua bergantung pada niat dan usaha untuk terus belajar. Pun saat dirinya memasuki bangku kuliah.

Hambatan untuk mengerti huruf kanji memacu dirinya untuk mengambil lima mata kuliah dalam satu hari sehingga total pelajaran yang diambil Josh lima kali melebihi mahasiswa Jepang umumnya.

Meskipun begitu, terobsesi dengan pengetahuan, Josh tetap memperhatikan kesehatannya.

Setiap hari, minimal ia harus berlari sepanjang 3 kilometer, tidur harus nyenyak, konsumsi jus seledri, juga campuran jus pisang dan susu untuk mengaktifkan kerja otak.

Perihal langkah dan cara kerja dari temuannya, Josh mengaku kerap akan dicuri.

Ia menghitung dalam satu minggu terdapat 860 ribu kali usaha pencurian.

"Sudah ada yang pernah tembus, langsung saya matikan semua peralatan elektronik, dan pada akhirnya tidak ada data yang keluar," pungkasnya antusias dengan mata yang tak pernah lesu.

Komentar