Humaniora

Singapura dan Indonesia Perbarui Kolaborasi di Dunia Pendidikan

Senin, 30 May 2016 23:16 WIB Penulis:

Foto Istimewa

SINGAPORE International Foundation (SIF) bersama Indonesia Bright Foundation (IBF) dan Indonesian Professionals’ Association (IPA) Singapore, menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung kemajuan pendidikan bagi generasi muda Indonesia dan mempererat tali persahabatan antarbudaya.

Pada Sabtu (28/5) di acara SIF! Connects Jakarta diumumkan kerja sama berjangka dua tahun yang membuka jalan bagi komunitas masyarakat Singapura dan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, antara lain lewat sesi bimbingan bagi penerima beasiswa IBF yang digawangi oleh anggota IPA di Singapura, kunjungan belajar ke Singapura yang penuh dengan makna, dan menciptakan wadah berkala yang inspiratif bagi para penerima beasiswa IBF.

Pada 2014 lalu, SIF menginisiasi kerja sama selama dua tahun dengan IBF dan IPA yang membawa komunitas masyarakat Singapura dan Indonesia bersama guna mendorong pembangunan pendidikan bagi para pelajar penerima beasiswa IBF, yang kemudian berujung pada kunjungan belajar ke Singapura bagi empat mahasiswa strata satu (S-1) dari Indonesia pada Desember 2015.

Penerima beasiswa IBF yang terpilih melakukan kunjungan belajar perdana pada 2015 ke Singapura diperkenalkan kepada strategi urbanisasi berkelanjutan, manajemen dan penghematan air, pembangunan seni dan budaya, inovasi sosial dan kewirausahaan berbasis teknologi (technopreneurship) Singapura.

Mereka juga berkesempatan untuk berinteraksi dan membuka jejaring dengan sesama masyarakat Indonesia yang bekerja dan belajar di Singapura. Mereka juga berkenalan dengan komunitas Singapura, termasuk keluarga Singapura yang sekitar 20 tahun yang lalu, pernah menjadi orangtua asuh para pendiri-pendiri IBF.

Dalam acara SIF Connect! Jakarta, sebuah wadah reuni bagi para alumni program SIF dan komunitas Friends of Singapore (FoS), empat penerima beasiswa IBF berbagi pengalaman dan cerita tentang kunjungan belajar serta dampak positif dari kunjungan yang semakin menguatkan keinginan mereka untuk mencapai kesuksesan di masa depan.

Syayyidatik Izzaturrohimah, salah satu penerima beasiswa IBF, menjelaskan, "Program kunjungan belajar yang diselenggarakan oleh SIF-IBF-IPA sangat bermanfaat bagi perkembangan pribadi saya karena telah membantu saya mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru. Selain itu saya juga belajar mengenai aspek sosial dan budaya Singapura serta mendapat teman baru dari Singapura," tuturnya.

Syayyidatik juga berkesempatan menjalin hubungan dengan masyarakat Indonesia yang bekerja dan belajar di Singapura sehingga menginspirasinya untuk belajar lebih giat lagi. "Saya sangat mendorong para pelajar penerima beasiswa IBF lainnya untuk mengikuti program ini," lanjutnya.

IBF didirikan oleh 135 SIF-ASEAN Indonesia Fellows yang mendapatkan inspirasi dari pengalaman pembelajaran di Singapura, dan membantu pelajar Indonesia berbakat dari kelas ekonomi kurang mampu untuk dapat mencapai potensi akademik melalui bantuan pendidikan. Sampai saat ini, IBF telah mendukung 82 pelajar dari Jakarta, Semarang, Solo, dan Pati. (RO/OL-5)

Komentar