Humaniora

SIF Connects Fasilitasi Beasiswa Pelajar Kurang Mampu

Rabu, 1 June 2016 22:19 WIB Penulis:

istimewa

SINGAPORE International Foundation (SIF) melalui programnya SIF Connect akan memfasilitasi pelajar Indonesia yang kurang mampu untuk mendapat beasiswa. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) lanjutan dengan pihak Indonesia Bright Foundation (IBF) dan Indonesian Professional Association (IPA).

"SIF menginisiasi kerja sama selama dua tahun dengan IBF dan IPA yang membawa komunitas masyarakat Singapura dan Indonesia bersama guna mendorong pembangunan pendidikan ke Singapura," terang Manager Communication SIF, Tay Hyu Chern di Midtown Jakarta Bistro SCBD, Senopati, Jakarta Selatan, Sabtu (28/5).

Ketua Pengurus IBF Mochammad Kurniawan juga mengatakan hal senada. Menurut dia, beasiswa itu diberikan bagi pelajar kurang mampu.

"Ada banyak anak berprestasi dari kalangan tidak mampu. Kita siapkan biaya sekolah dari SD hingga SMA. Setelah lulus akan diseleksi untuk ikut beasiswa ke Singapura. Nanti, SIF yang fasilitasi, lalu IPA siapkan rumah tinggal atau homestay," paparnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/6).

Hingga 2016, penerima beasiswa IBF telah mencapai lebih dari 100 siswa dari Pati, Solo, Semarang (Jawa Tengah), Cilincing dan Sunter (Jakarta), serta Depok (Jawa Barat). Sembilan di antaranya bahkan telah mencapai tingkat mahasiswa.

Pada 2015 lalu, SIF bersama IBF dan IPA memberikan beasiswa jangka panjang alumni SIF-ASEAN Fellowship kepada anak-anak di Pati, khususnya di Purwosari dan sekitarnya.

Empat penerima beasiswa IBF yang telah menjadi mahasiswa mendapat kesempatan untuk melakukan kunjugan belajar ke negara tetangga Singapura selama satu minggu.

Para penerima beasiswa itu, bisa belajar langsung budaya multikultur Singapura, melihat sistem pendidikan di National University of Singapore, mengunjungi beberapa perusahaan Teknologi Informasi, mempelajari social entreprenurship. Serta berinteraksi langsung dengan warga Singapura, sekaligus menguji kemampuan berbahasa Inggris mereka.

"Rencananya program kunjungan belajar saat ini akan dilakukan setiap dua tahun sekali," ungkap pria yang akrab disapa Iwan tersebut.

Hasil program kunjungan tersebut, salah satu peserta telah membentuk komunitas Audio Visual To Elevate Society (AVES) yang bertekad memproduksi audio visual atau video animasi untuk membantu guru mengajar di sekolah dasar.

Menanggapi hal tersebut, Presiden IPA, Komang Narendra berharap para mahasiwa yang bisa mengenyam sekolah tinggi, bisa mendapatkan pekerjaan lebih baik.

Sedangkan, orang tua siswa yang dibantu dapat menyisihkan pendapatannya untuk kebutuhan lain yang lebih perlu atau bahkan untuk modal berwirausaha.

"Saya harapkan dari kolaborasi ini, ada esensi yang sama untuk memberi inspirasi penerima beasiswa dari IBF yang lain," timpalnya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap pendidikan memang harus digerakkan secara bersama-sama tidak hanya oleh pemerintah tapi juga oleh publik.

Menurut dia, pemerintah sudah pada jalur yang benar dengan memberikan pendidikan gratis sesuai kemampuan keuangan pemerintah.

"Saya kira demikian idealnya partisipasi publik untuk pendidikan. Selain itu, bisa berkontribusi ke komunitas juga. Sekaligus wadah jaringan orang Indonesia dengan Singapura. Termasuk juga, kontribusi sosial atau interpreneur," pungkasnya.

Untuk diketahui, SIF merupakan lembaga nirlaba berbasis di Singapura yang menghubungkan warga Singapura dengan masyarakat internasional dari negara-negara lainnya di dunia.

Lembaga ini memperkuat hubungan people-to-people melalui berbagai program. Mulai dari masalah pendidikan, kesehatan, seni budaya, sosial bisnis, hingga lingkungan.

SIF melalui SIF Connects mengundang sekitar 200 alumninya untuk berkumpul dan berdiskusi mengenai pengembangan manfaat kemitraan berbasis persahabatan dari kedua negara tersebut.

Berapa tokoh yang hadir dalam acara tersebut, antara lain, Teguh Santosa (Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta), Agung Wicaksono (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral), Anil Kumar Ayar (Duta Besar Singapura untuk Indonesia), Halida Hatta (aktivis sosial), serta Fadli Zon (Wakil Ketua DPR RI). (RO/OL-5)

Komentar