Ekonomi

Menhub: Kasus Emirsyah tak Ganggu Operasional Garuda

Kamis, 19 January 2017 18:35 WIB Penulis: Dheri Agriesta

Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) -- MI/MOHAMAD IRFAN

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai kasus dugaan suap yang menjerat mantan Direktur Garuda Indonesia Emirsyah Satar tak akan mengganggu operasional penerbangan maskapai Garuda Indonesia. Ia mengatakan, kasus yang menjerat Emirsyah merupakan urusan personal.

"Saya pikir kita bisa pisahkan antara pemeriksaan KPK dengan operasional," kata Budi di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (19/1).

Budi menjelaskan, operasional penerbangan saat ini merupakan satu rangkaian program yang telah disepakati dengan Garuda Indonesia dan itu berjalan dengan baik.

"Kalau KPK ini urusan individual, saya pikir tidak ada gangguan yang dilakukan," kata dia.

Terkait kasus yang menjerat Emirsyah, Budi enggan menanggapi. Kata dia, ia baru membaca sepintas kabar penetapan tersangka oleh KPK dan tak tahu soal dugaan suap lintas negara yang dilakukan Emirsyah.

"Ini baru tahu ini beberapa jam yang lalu, jadi belum diskusi dengan internal," kata dia.

KPK telah menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebagai tersangka. Emirsyah diduga terlibat kasus suap pengadaan 11 pesawat Airbus A330-300 oleh Garuda pada 2012.

Kontrak pembelian pesawat itu ditandatangani Emirsyah bersama Executive Vice President Programes Airbus, Tom Wiliam di Istana Negara RI. Penandatanganan disaksikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Sesuai program Quantum Leap Garuda, pembelian pesawat Airbus A330-300 ini sebetulnya tidak masuk dalam rencana pelengkapan armada Garuda. irbus A330-300 memiliki tiga pilihan tenaga mesin, yaitu Rolls Royce Trent 700, Pratt & Whitney PW 400, atau GE CF6-80E.

Garuda membeli pesawat bermesin Rolls Royce Trent 700. Anehnya, mesin Trent 700 ini ternyata masuk 'daftar hitam' lembaga regulator penerbangan sipil di AS, Federal Aviation Administration Safety Alert.

Dugaannya, ada seorang perantara yang bekerja sama dengan pihak Rolls-Royce untuk meyakinkan PT Garuda agar membeli mesin Trent 700. Perantara ini diduga mendapatkan imbalan US$2,2 juta atau sekitar Rp26 miliar dan sebuah mobil Rolls-Royce Silver Spirit. (MTVN/X-12)

Komentar