Internasional

AS dan Tiongkok Bahas soal Korut

Senin, 20 March 2017 02:15 WIB Penulis:

AP/Pool/Lintao Zhang

AMERIKA Serikat (AS) dan Tiongkok bersepakat untuk memperkuat kerja sama dalam merespons terkait masalah Korea Utara (Korut).

Kedua negara berkomitmen untuk mengabaikan perbedaan pandangan atau isu-isu yang mengganjal hubungan mereka.

Selama ini, AS dan Tiongkok memiliki pandangan yang berbeda dan berseteru terkait isu perdagangan dan persoalan sengketa kawasan di Laut China Selatan dan Laut China Timur.

Namun, lawatan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Beijing telah memberi angin segar hubungan kedua negara.

Pada Sabtu (18/3), Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu Tillerson hanya beberapa jam setelah Korut kembali mengumumkan bahwa pihaknya melakukan uji roket bertenaga besar.

Pertemuan Xi dan Tillerson tersebut akan dilanjutkan dengan pertemuan puncak antara Xi dan Presden AS Donald Trump.

Kepada Tillerson, Xi mengatakan bahwa ia dan Trump telah berbincang via telepon bulan lalu dan bersepakat untuk membuat upaya bersama meningkatkan kerja sama Tiongkok-AS.

Presiden Xi meyakini hubungan kedua pihak akan bergerak maju secara konstruktif di era baru.

"Saya yakin bahwa selama kita bisa melakukannya hubungan (AS-Tiongkok) pasti bisa bergerak ke arah yang benar." .

Dalam beberapa tahun terkahir, Beijing, sekutu utama Korut, kerap tidak suka dengan sikap Washington yang berulang kali meminta Tiongkok mengendalikan program nuklir dan rudal Pyongyang.

'Negeri Tirai Bambu' mengaku kecewa dengan tindakan 'Negeri Paman Sam' yang menempatkan sitsem pertahanan antirudal atau THAAD di wilayah negara sekutunya, Korea Selatan (Korsel).

Dalam pertemuan dengan Tillerson, Xi menegaskan Tiongkok dan AS harus memperkuat koordinasi terkait isu-isu regional sensitif, saling menghormati, dan memproteksi stabilitas hubungan yang lebih luas.

Saat merespons pernyataan Xi, Tillerson mengatakan Presiden Trump memberikan nilai yang sangat tinggi untuk komunikasi yang terjalin antardua pemimpin negara adidaya tersebut.

"Trump berharap bisa meningkatkan sikap pengertian itu dalam kesempatan kunjungan di masa depan," kata Tillerson.

Namun, sejauh ini Trump telah menjadi mitra sulit diprediksi oleh Beijing.

Ia kerap menyerang Beijing pada isu-isu panas, dari perdagangan hingga Laut China Selatan.

Uji coba roket

Di tengah hubungan AS-Tiongkok yang 'menghangat', Korut, kemarin pagi, mengklaim telah menguji coba mesin pendorong roket yang baru.

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, yang mengawasi langsung uji coba itu menyebutnya sebagai 'kelahiran baru' bagi industri roket Korut.

Kim mengungkapkan mesin pendorong itu akan membantu Pyongyang mencapai kemampuan untuk meluncurkan satelit kelas dunia.

Uji coba itu, yang hanya disampaikan melalui kantor berita pemerintah KCNA.

Koran partai, Rodong Sinmun, memajang foto besar di halaman depan yang menunjukkan wajah berseri Kim yang menyaksikan uji coba mesin roket. (AFP/I-3)

Komentar