Internasional

Banjir akibat El Nino, 72 Tewas

Senin, 20 March 2017 04:15 WIB Penulis:

AP/MARTIN MEJIA

BANJIR bandang dan tanah longsor melanda wilayah Lima, Peru, pada akhir pekan setelah hujan deras melanda dalam sepekan terakhir.

Pemerintah pada Sabtu (18/3) waktu setempat mengumumkan sejauh ini tercatat 72 orang tewas akibat hujan lebat dan banjir bandang di seluruh negeri.

"Perkembangan data korban yang meninggal akibat banjir berjumlah 72 orang," ungkap Perdana Menteri Fernando Zavala.

Banjir telah menyebabkan beberapa wilayah terisolasi karena akses jalan terputus pada Sabtu.

Sementara itu, penduduk mengungsi menyelamatkan diri dari ancaman sungai yang meluap.

Setelah berminggu-minggu hujan lebat menyapu ke arah pantai, pada akhir pekan ini sejumlah sungai di wilayah pesisir yang selama ini kering tiba-tiba meluap dalam waktu singkat.

Di Lima, sejumlah warga di pinggiran kota berpenduduk 10 juta itu terbangun pada Jumat (17/3) dan mendapati kamar tidur mereka telah tergenang air.

Sebelumnya, pada Kamis (16/3) hingga Jumat, 10 orang tewas dalam insiden tanah longsor di kota utara Otuzco.

Tujuh dari mereka berada di dalam truk yang hancur dihantam bencana. Tanah longsor memblokade warga dari jalan raya utama yang menghubungkan Lima ke pusat negara.

Di Lima, penduduk juga telah hidup tanpa layanan air. Jutaan warga di sejumlah wilayah cemas karena mereka tidak akan memiliki persediaan air minum setelah banjir bandang merusak infrastruktur air minum.

Pemerintah Peru telah mengerahkan angkatan bersenjata untuk membantu polisi mengendalikan ketertiban umum di 811 kota yang telah dinyatakan dalam keadaan darurat.

Pemerintah juga mengakui harga kebutuhan pokok telah melonjak tajam 5% akibat bencana banjir.

"Harga lemon sudah naik, begitu juga dengan kentang dan minyak goreng," kata Sara Arevalo, seorang ibu lima anak yang sedang berbelanja di sebuah pasar di utara Lima.

Banjir kali ini dipicu peristiwa cuaca yang dikenal sebagai El Nino, yakni pemanasan suhu permukaan di Samudra Pasifik yang mengacaukan pola cuaca setiap beberapa tahun.

Pemerintah Peru mengatakan 374 orang tewas pada 1998 selama periode yang sama hujan deras dan banjir yang juga dipicu pola iklim El Nino.

Kondisi geografis Peru yang ekstrem telah menambah risiko bencana hingga makin mematikan karena tanah longsor. Kondisi itu dikenal secara lokal sebagai huaycos oleh penduduk asli Quechua.

Negara Amerika Selatan yang berpenduduk lebih dari 30 juta itu memiliki banyak hal ekstrem terkait dengan kondisi alam.

Itu seperti gurun pesisir Pasifik di barat yang terputus oleh pegunungan Andes, yang terkenal bagi orang-orang Inca dan Machu Picchu di selatan.

Jauh ke timur, Peru memiliki dataran rendah basin Amazon yang panas. (AFP/ABC/Hym/J-4)

Komentar