Megapolitan

Denda Berlipat, Tunggakan Rusunawa di DKI Capai Rp1,37 M

Senin, 20 March 2017 13:59 WIB Penulis: LB Ciputri Hutabarat

ANTARA

TUNGGAKAN warga kepada Pemprov DKI dalam pembayaran rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di DKI bernilai fantastis. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono merilis jumlah tunggakan mencapai angka Rp1,37 miliar.

"Jadi angka ini merupakan total tunggakan dari tahun kapan sampai 2013. Nilainya cukup besar ya Rp1,37 miliar," kata Sumarsono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (20/3).

Rincian tunggakan terdiri dari Rusunawa Penjaringan sebanyak 9 unit dengan nominal Rp21 juta, Rusunawa Marunda sebanyak 152 unit dengan tunggakan Rp893 juta, Rusunawa Kapuk Muara 7 unit tunggakan Rp132 juta. Lalu di Rusunawa Tipar Cakung 29 unit tunggakan Rp330 juta.

Tunggakan tersebut terdiri dari bermacam-macam catatan, mulai dari unit yang sudah kosong bahkan ada yang menyicil. "Ada yang enggak mampu, ada yang pasang badan, bahkan ada yang udah enggak tahu ke mana orangnya," terang Sumarsono.

Kebanyakan tunggakan itu bukan berasal dari besarnya nilai sewa rusun. Melainkan dari denda progresif yang dikenakan kepada penghuni. "Jadi bukan karena kemahalan. Tapi karena memang ada denda yang dilipatkan," ujar Sumarsono.

Ia melanjutkan, salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan penghapusan. Namun, penghapusan bukan perkara mudah karena mesti dikomunikasikan dengan DPRD.

"Karena kita enggak punya Pergub penghapusan aset. Jadi ini saya berencana rapat dengan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BAD) dulu soal penghapusan," terang dia. (MTVN/X-12)

Komentar