Megapolitan

Protes Angkutan Daring, Angkot di Bogor Mogok

Senin, 20 March 2017 19:35 WIB Penulis: Dede Susianti

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH

ANGKUTAN kota (angkot) dari beberapa trayek di wilayah Bogor berhenti operasi alias mogok menarik penumpang, Senin (20/3). Akibatnya warga terlantar. Aksi mogok mengangkut dilakukan sebagai protes atas keberadaan angkutan daring (online), baik motor (ojek) atau taksi/mobil daring.

Aksi mogok sudah dilakukan sejak pagi. Akibatnya warga atau terlantar. Kondisi diperparah ketika masih ada kendaraan yang tetap menarik penumpang, dihadang oleh sopir lain. Warga atau penumpang diturunkan di jalan.

Beberapa trayek yang mogok diantaranya 32 (trayek Pagelaran-Cibinong), 16 (Salabenda-Pasar Anyar), 08 (Pasar Anyar-Citeureup), 02 (Sukasari-Bubulak), 06(Parung-Bogor), 05 (Ciomas-Merdeka), 14 (Bubulak-Pasir Kuda-Sukasari).

Aksi mogok berlangsung hingga Senin petang. Pantauan Media Indonesia, hingga Senin, pukul 17.54 WIB, aksi mogok masih berlangsung. Akibatnya terjadi penumpukan calon penumpang di sejumlah titik.

Beberapa titik itu diantaranya jembatan Merah Jalan Kapten Muslihat -Jalan Veteran, Jalan KH Abdullah bin Nuh (sekitar Yasmin, di Jalan Raya Bogor, kemudian Jalan Mawar.

"Daribtadi saya menunggu angkot 32. Sudah dua jam lebih. Tadi pagi pas berangkat sekolah masih ada,"kata Syarief, seorang pelajar SMA 10 yang berlokasi di Sektor VI Yasmin. Saat itu dia yang hendak pulang ke rumahnya di sekitar Bukit Cimanggu.

Pun demikian dengan aksi sweeping yang dilakukan oleh para sopìr angkot. Aksi sweeping hingga pukul 18.00 WIB masih berlangsung.

Pihak aparat pun bertindak. Anggota dalmas dari Polres Bogor dan Polresta Bogor Kota melakukan penertiban terhadap para pelaku aksi sweeping.

Selain itu, kini pihak aparat pun menerjunkan kendaraan untuk mengangkut penumpang yang terlantar.

Terjadi pengrusakan terhadap atribut milik sopir atau pengendara ojek daring.

Sementara itu, sebagian perwakilan sopir angkot mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Bogor. Mereka menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bogor Gunawan mengatakan, kedatangannya ke DPRD meminta agar pemerintah bersikap dan bertindak. Namun pihaknya belum puas atas hasil pertemuan itu.

"Hanya sekedar penenang saja. Artinya kami belum puas hasilnya,"kata Gunawan yang mewakili para sopir angkot.

Dia mengatakan, pihaknya meminta pemerintah maupun kepolisian bertindak tegas terhadap angkutan daring tersebut yang tidak memiliki izin beroperasi melalui SK Gubernur dan SK Bupati. (OL-5)

Komentar