Internasional

Pemilihan Presiden tanpa Insiden

Selasa, 21 March 2017 04:00 WIB Penulis: Palce Amalo

MI/PALCE AMALO

PEMILIHAN presiden Timor Leste yang digelar Senin (20/3) berlangsung tertib tanpa insiden. Sejak pagi sampai malam tidak ada laporan insiden dan pelanggaran dari seluruh distrik dan warga terlihat antusias memberikan suara.

“Sebagai pendiri dan pejuang Timor Leste, saya sangat gembira sudah tiga kali pemilu presiden berjalan dengan aman dan tertib. Ini sebagai tanda ada partisipasi positif dari masyarakat,” kata mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta yang mencoblos di Sentru de Votasaun (tempat pemunggutan suara/TPS) Matiau, Kota Dili, seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia Palce Amalo.

Sebelumnya, pemilihan presiden pertama sejak negeri itu ditinggalkan pasukan PBB pada 2012 atau yang keempat sejak melepaskan diri dari Indonesia pada 2002 itu dikhawatirkan diwarnai kekerasan. Pemimpin Partai Fretilin Francisco Guterres atau yang dikenal sebagai Lu Olo menjadi kandidat terkuat presiden. Saingan terkuatnya ialah politikus Partai Demokrat Antonio da Conceicao.

Horta mengaku menerima telepon dan informasi dari surat elektronik dan pengamat internasional yang berada di sejumlah distrik. Mereka melaporkan pemunggutan suara berjalan aman. Dengan kondisi seperti itu, ia yakin penyelenggaraan pemilu parlemen nasional pada Juli 2017 juga akan berjalan aman.

“Saya sudah berkomunikasi dengan pimpinan dan simpatisan parpol untuk bersama-sama menjaga keamanan,” ujarnya.
Seluruh kandidat presiden juga turut mendukung penyelenggaraan pemilu yang aman dengan mengingatkan pendukung masing-masing untuk menerima hasil pemilu.

Horta juga menilai beberapa kandidat presiden memiliki pengalaman politik yang cukup matang sehingga siapa pun yang terpilih menjadi presiden tidak akan ada masalah. “Yang penting semuanya (penyelenggaraan pemilu) berjalan lancar,” kata dia.

Saat ditanya soal peluang pemilu berlanjut ke putaran kedua, Horta hanya mencontohkan sekitar 80% pemilih di wilayah Matiau, Dili, memilih calon presiden Fransisco Guteres (Lu Olo) dari Partai Fretilin.

Lebih baik

Presiden Taur Matan Ruak mengingatkan siapa pun pemenang pemilu itu adalah kemenangan rakyat Timor Leste untuk kepentingan bersama. Taur yang mengenakan kemeja putih datang ke TPS di Matiau, TPS yang sama dengan tempat Horta mencoblos, bersama istrinya. Mereka mengantre sekitar 15 menit sebelum mendapat giliran menyalurkan hak suara.

Menurut mantan Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste itu, presiden yang baru harus mencintai rakyat terutama yang tinggal di pelosok dengan membangun infratruktur jalan raya. “Siapa yang akan terpilih jadi presiden itulah presiden kita. Jadi perlu diterima dengan lapang dada,” kata dia.

Sebagai presiden, Taur bersikap netral dalam pemilihan presiden ini. Namun, partai miliknya, Partai Pembebasan Rakyat (PLP), mendukung calon presiden yang diusung Partai Demokrat Antonio da Conceciao. Meski begitu, siapa pun yang memenangi pemilu Timor Leste, ia ingin kehidupan warga di negeri berpenduduk 1,1 juta jiwa itu harus menjadi lebih baik, kebutuhan dasar terpenuhi, dan keamanan nasional tetap stabil. Sejak melepaskan diri dari Indonesia pada 2002, Timor Leste masih bergulat dengan kemiskinan.

Taur tidak mencalonkan diri dalam pemilihan presiden itu, jabat­an yang lebih bersifat seremonial. Ia diperkirakan mengincar jabatan perdana menteri dalam pemilihan parlemen Juli nanti. (I-1)

Komentar