Humaniora

Petugas Kesehatan Haji Perlu Ditambah

Selasa, 21 March 2017 07:15 WIB Penulis:

ANTARA/Umarul Faruq

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) berencana menambah jumlah petugas kesehatan yang diberangkatkan ke Arab Saudi pada musim haji tahun ini. Penambahan itu diperlukan, sebab jumlah jemaah haji tahun ini juga meningkat dari 168.800 menjadi 221 ribu jemaah.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, kemarin.

Nila mengatakan 10% dari calon jemaah haji tahun ini merupakan kelompok berisiko tinggi atau pengidap penyakit kronis.

"Jadi kami perlu tenaga tambahan, kalau tidak akan berat," ucap Nila dalam rapat tersebut.

Dikatakan dia, untuk pendampingan bagi 550 kloter diperlukan penambahan 102 petugas sehingga setiap kloter akan didampingi 2 dokter dan 3 perawat.

Untuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang Kesehatan diperlukan penambahan 80 orang. Dengan demikian, jumlahnya menjadi 386 di tahun ini.

"Itu termasuk dengan tim kuratif, tim prefentif promotif, tim rehabilitatif, dan tim gerak cepat," papar Nila.

Untuk itu, lanjut Nila, dirinya akan melakukan pembicaraan secara khusus dengan Kementerian Agama.

Menurutnya, pembicaraan informal sudah dilakukan sebelumnya.

Alokasi pendanaan pun sudah disiapkan Kemenkes untuk penambahan tenaga kesehatan tersebut.

"Kalau tidak ditambah, kami dari tim kesehatan bisa keteteran," imbuh Nila.

Pada kesempatan itu, Nila juga mengingatkan jemaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan rumah sakit (RS) di Tanah Suci agar memilih RS milik pemerintah Arab Saudi daripada RS swasta setempat.

Perawatan di RS pemerintah Arab Saudi dijamin bebas biaya.

"Sayangnya selama ini banyak jemaah yang tidak tahu dan memilih menggunakan rumah sakit swasta. Apalagi untuk jemaah ONH Plus, harus kita ingatkan terus," ucap dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX Ermalena menyatakan Komisi IX akan mengirimkan empat anggota dalam pengawasan pelaksanaan haji.

Dirinya mengingatkan pemerintah agar melakukan persiapan penuh. (Ric/H-3)

Komentar