Megapolitan

PDAM Depok Sasar 5.250 Keluarga Miskin

Selasa, 21 March 2017 08:15 WIB Penulis:

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH

PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok menggenjot penambahan pelanggan baru dengan menyasar kalangan masyarakat berpenghasilan rendah di kota itu. PDAM berencana mematok harga pemasangan instalasi lebih murah daripada tarif pelanggan regular.

“Sejak program ini diluncurkan pada November 2016, sudah 3.300 calon pelanggan baru dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Depok. Target kita 5.250 pelanggan,” ungkap Supervisor Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok Gatot Ming Handayono, kemarin.

Ia menjelaskan program itu merupakan arahan yang dibe-rikan pemerintah pusat kepada daerah. “Program ini atas usulan kepala daerah ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera). Dengan program ini, pelanggan cukup membayar 5% dari tarif normal sebesar Rp1,5 juta,” jelasnya.

Kriteria menjadi pelanggan kategori tersebut, kata Gatot, ialah masyarakat berpenghasilan rendah dengan bentuk rumah sederhana dan listrik rumah berdaya maksimal 1.300 watt.

Direktur PDAM Tirta Asasta Kota Depok Muhammad Olik menambahkan biaya pemasangan instalasi murah itu disebabkan mereka mendapat subsidi dari pemerintah.

“Biaya pasang baru itu memang murah karena mereka mendapatkan subsidi dari pemerintah. Kali ini program itu dibiayai dana APBN. Selain untuk subsidi calon pelanggan, dana tersebut digunakan untuk mengganti investasi pembangunan sumur baru, reservoir, dan pengembangan jaringan perpipaan,” katanya.

Olik mengaku saat ini jumlah pelanggan reguler perusahaan pelat merah itu telah mencapai sekitar 65 ribu sambungan rumah.

Meski mempromosikan kebijakan yang prorakyat, pelanggan berharap PDAM tetap menjaga kualitas.

Salah satu pelanggan PDAM Tirta Asasta, Zainal, berharap perusahaan itu terus meningkatkan layanan kepada masyarakat. (KG/J-1)

Komentar